Beranda > Gerai Rumah > Menghitung Kredit Pemilikan Rumah atau KPR

Menghitung Kredit Pemilikan Rumah atau KPR

Dalam artikel berikut, saya mencoba mengkalkulasi perhitungan kredit (utamanya Kredit Pemilikan Rumah), mulai dari awal penghitungan jumlah angsuran yang harus dibayarkan pertahun sampai pembayaran angsuran dan sisa kredit yang harus dibayarkan. Ini mungkin hanya berlaku di bank konvensional saja, belum tahu KPR syariah. Sarana kalkulasi dari Niaga Global@kses juga bisa digunakan.

Penghitungan Angsuran

Saat kita mengajukan kredit ke bank sejumlah N rupiah untuk periode M tahun, bank akan mengkalkulasi angsuran bulanan yang mesti dibayarkan (kita bisa minta simulasi kreditnya ke petugas). Kita juga sebenarnya bisa memperkirakan jumlah angsuran tersebut menggunakan fungsi PMT (payment) di MS excel atau openoffice calc. Jumlah angsuran bulanan ini tetap pertahun di tahun berjalan, dan bisa berubah di tahun berikutnya tergantung rate bank saat itu.

Angsuran/tahun = PMT(rate annual; periode tahun; jumlah pinjaman; 0; 0)

Dua option terakhir diisi 0. Misalnya, kita mengajukan kredit Rp. 100Jt dengan periode pembayaran sampai 10 tahun. Bunga yang berlaku saat itu 11%. Maka angsuran per tahun yang harus dibayarkan adalah PMT(11%;10;100000000;0;0) = Rp. 16.980.142,- /tahun atau Rp. 1.415.011,- /bulan
Angsuran ini fix perbulan di tahun berjalan.

Jumlah angsuran ini akan menentukan diterima atau tidaknya ajuan kredit kita. Biasanya bank mensyaratkan jumlahnya tidak lebih dari 30% pendapatan kita.

Pembayaran Angsuran

Tahun pertama sampai tahun ke-5 memang tahun-tahun terberat untuk mengangsur. Saya pernah gusar, kok sudah 1 tahun membayar angsuran KPR 1.2Jt/bulan, tapi sisa kreditnya hanya berkurang 3 juta. Disedot dulu tuh untuk bayar bunganya, pikirku, maklum KPR konvensional…. Setiap bulan memang dapat advise autodebet yang berisi interrest, prinsipil dan sisa kredit. Dan di sana terlihat, hampir 80% untuk bayar interrest selebihnya untuk prinsipil yang akan mengurangi sisa kredit. Penasaran ingin menghitung-hitung sendiri, kok bisa begitu.

Perhitungan sampai 2 tahun ada seperti dalam gambar, dengan asumsi anual rate tahun pertama 11% dan tahun kedua 11.5%. Nggak heran kan, kalau sudah 2 tahun kita membayar angsuran hampir 1.2 Jt, sisa kredit kita hanya berkurang 7 juta saja. Bunga.. oh bunga….

Ada baiknya, Anda mencoba mengira-ngira berapa balance kredit kita di bank. Simulasinya bisa didownload dalam microsoft excel dan openoffice calc (gzip). Dalam file, simulasi dilakukan hanya untuk 2 tahun pertama, tahun berikutnya silahkan isi sendiri.

Evaluasi KPR

Mas Yostefano (yosstefano@_at_@hotmail.com) membuat model cara untuk mengevaluasi properti yang akan digunakan untuk bisnis, baik ruko, kost, rukan, atau rumah dalam file excel.

Sedikit Tips

Satu tips yang mungkin bisa mempercepat pelunasan dengan memperbesar prinsipil adalah pembayaran sebagian dari sisa kredit. Jadi, kalau punya uang lebih, lunasi sebagaian sisa kredit (misalnya 10jt). Ini akan memperkecil interrest, memperbesar prinsipil dan mempercepat sisa kredit. biasanya bank mematok maksimal 2x dalam setahun, dengan minimal pembayaran 3x angsuran dan denda tertentu.

  1. September 5, 2008 pukul 05:05 | #1

    wah saya 1 tahun sudah mengembalikan 9 juta :) . Tanpa bunga :D .

  2. September 5, 2008 pukul 05:50 | #2

    iyah, mas, sebenarnya nggak sreg juga dengan bunga-bungain ini, praktek riba. tapi dulu sapa yang mau minjemin 100jt.

  3. September 8, 2008 pukul 05:59 | #3

    Wah, baru tahu kalo di excel ada faslitas ini. Makasih infonya.

  4. September 9, 2008 pukul 02:47 | #4

    sebenarnya saya nggak ngerjainnya Excel, tapi di openoffice scalc, hehehe. maklum nggak punya uang untuk beli msoffice.

  5. November 6, 2008 pukul 05:53 | #5

    File dokumen *.doc dan *.odt yang berisi spreadsheet object untuk simulasi kpr telah diupload. Barangkali ada yang pengen mencoba menghitung sendiri

  6. bayu.an
    Desember 17, 2008 pukul 09:17 | #6

    mas makasih ya infonya

  7. Purba
    Maret 2, 2009 pukul 15:02 | #7

    mas tanda ; maksudnya tanda bagi ya? thanks mas

  8. Maret 3, 2009 pukul 07:22 | #8

    @Purba: Itu argument separator. Fungsi PMT butuh argumen rate annual, periode tahun, jumlah pinjaman, dan 2 argumen yang bisa diisi 0

  9. Maret 4, 2009 pukul 08:31 | #9

    mohon bantuan untuk dapat mengirimkan simulasi perhitungan KPR dengan cara syariah, karena sy coba download tidak bisa

    • Mei 8, 2009 pukul 02:28 | #10

      Mohon maaf, belum bisa mengirimkan simulasi KPR syariah.

  10. Mei 18, 2009 pukul 03:00 | #11

    Upload simulasi dalam format MS excel atau openoffice calc.

  11. Mei 31, 2009 pukul 11:20 | #12

    adakah list properti di blog ini yang anda cari :

    http://www.properticimahi.blogspot.com

  12. Mei 31, 2009 pukul 11:22 | #13

    Trang

    • Juni 1, 2009 pukul 02:37 | #14

      Sama-sama mas….

  13. Juli 21, 2009 pukul 19:23 | #15

    Waduh bunga oh bunga… Mas kalau ada KPR syariah, mohon info nya yaaa….? Rajin dah ngunjungin nih blog pokoknya….

  14. Deny
    Agustus 26, 2009 pukul 12:23 | #16

    Mas, mau tanya misalnya dari contoh excel mas yg pinjaman 40jt utk 10 tahun bunga 12.25%:
    1. seandainya pada cicilan ke 14 dimana sisa pokok 37jt an dari simulasi xls mas, , nasabah top up 10 jt, bgm perhitungannya? pengaruh ke nilai cicilan atau waktunya lebih pendek?
    2. Bgm simulasinya kalau bunga tidak fix jadi fluktuatif setelah tahun kedua cicilan?

    thx sebelumnya.

    • Agustus 26, 2009 pukul 12:50 | #17

      Mencoba menjawab yah, dugaan saya saja. Maklum belum pernah top-up :D . Sebaiknya konsultasikan juga dengan pihak bank.

      1) Kalau jangka waktu biasanya tetap, kecuali langsung kita lunasi. Setelah bulan ke-14 besar cicilan tetap sama dengan bulan2 lain di tahun ke-2. Karena sisa hutang berkurang dengan top up 10jt, tentu saja proporsi bunga dan prinsipil juga berkurang di bulan ke-15. Sisa hutang di bulan ke 24 (akhir tahun ke-2) digunakan untuk memperhitungkan nilai cicilan kita di tahun ketiga (dari rumus PMT trsb).
      Di bulan2 awal, top up ini bisa mengurangi secara signifikan besarnya cicilan di tahun berikutnya. Makanya ada dendanya loh dari bank ;) .
      Coba saja kurangkan 10jt dari sisa hutang setelah bulan 14.

      2. Simulasinya sama. Masukkan parameter-parameter PMT untuk mendapatkan nilai cicilan, yaitu sisa hutang, sisa tahun, dan bunga tahun berjalan.

  1. September 5, 2008 pukul 10:23 | #1
  2. September 12, 2008 pukul 06:21 | #2
  3. September 16, 2008 pukul 17:13 | #3