Semula keluarga kami tidak antusias untuk pasang telepon ini. Ketidakjelasan biaya bagi sambungan baru (seperti yang kerap dikeluhkan), mulai dari biaya pemasangan baru, biaya abonemen, tarif percakapan lokal sampai SLJJ dengan zona-zonanya, membuat tawaran layanan ini tidaklah menarik lagi. Tidak ada situs resmi yang menjelaskan tentang tarif ini, mungkin karena memang hanya telkom satu-satunya yang menyediakan telepon kabel ini. Baru setelah mulai beroperasi, pelanggan bisa melihat daftar tagihan beserta rinciannya: abonemen, biaya panggilan. Sekarang abonemen berapa yah? tarif telepon lokal permenit berapa? interlokal permenit?
Walaupun demikian, saat tiang dipancangkan di seberang rumah, terprovokasi juga, hahaha. Jadilah, pesan satu nomor baru. Pertimbangannya hanya satu: rumah dengan telepon kabel nilainya bisa lebih tinggi. Benar tidak yah?
Telepon kabel ini nanti dimanfaatkan buat apa yah, selain menelepon? Sebanding tidak yah nilainya dengan biaya yang nanti harus dikeluarkan untuk telepon yang satu ini.







