Membuat Server NAS dengan freeNAS di VM

FreeNAS akan diinstall di Virtual Machine di atas host uBuntu Lucid. Distro untuk aplikasi NAS (network attached storage) ini akan digunakan sebagai server penyimpanan data. Jadi, bagi yang memerlukan media penyimpan data di server mungkin akan memerlukan freeNAS ini. Protokol yang didukung antara lain CIFS/SMB, FTP, TFTP, NFS. Ini cocok seperti yang saya butuhkan. CIFS/SMB untuk data regular yang bisa diakses lewat Windows networkhood maupun uBuntu Nautilus, FTP sebagai alternatif protokol, TFTP untuk akses image OS/kernel embedded, dan NFS untuk akses root filesystem secara nfs.

Yang diinginkan adalah:

  1. FreeNAS terinstall di Virtual Machine/VM, yang artinya image VM dapat diport-kan ke host komputer lain
  2. Kapasitas penyimpanan yang fleksibel. Virtual Disk/VD (initial sebesar 50GB) digunakan sebagai media penyimpan. Untuk menambah kapasitas penyimpanan misalnya perlu untuk menambah storage 50GB lagi, VD baru dengan 50GB dapat dibuat dan diattach ke VM.
  3. Admin dapat mengakses dan memanaje FreeNAS lewat web, meliputi manajemen disk, user dan service
  4. User yang teregistrasi dapat mengakses file/direktori (create/download/upload) yang tersedia di storage bersama dengan menggunakan Windows Explorer maupun Linux Nautilus

Kebutuhannya sementara itu. Berikutnya mungkin akan ditambahi dengan TFTP dan NFS serta uPNP untuk menyimpan media. Tugasnya adalah menginstall freeNAS di VM dan mengkonfigurasi user, storage dan service CIFS/SMB. Saya perlu 2 hari untuk menginstall dan mengkonfigurasi freeNAS ini hingga dapat digunakan oleh user.

Berikut catatan yang bisa saya buat:

Instalasi FreeNAS di Virtual Machine

  1. Environmnet:
    Host: Linux design-120 2.6.35-2-generic #3-Ubuntu SMP i686 GNU/Linux
    Prasyarat:

    didik@~> sudo aptitude install build-essential linux-headers-$(uname -r)
    
  2. Install VirtualBox jika belum ada. Saya menggunakan versi 3.2.4-62467
        didik@~> sudo ./VirtualBox-3.2.4-62467-Linux_x86.run
    
  3. Buat environment VM untuk freeNAS

    • Buat VM mainfreenas (dengan user regular, misalnya didik)
      didik@~> VBoxManage createvm --name mainfreenas --register  --ostype Ubuntu
      
    • Set disk controller IDE0
      didik@~> VBoxManage storagectl mainfreenas --name "IDE Controller" --add ide
      
    • Create VirtualDisk. Saya mempunyai free space yang besar di mount point /datahd1.
      didik@~> VBoxManage createhd --filename /datahd1/freenasdisk1.vdi --size 50000 --remember
      
    • Attach VirtualDisk Storage
      didik@~> VBoxManage modifyvm mainfreenas --hda /datahd1/freenasdisk1.vdi
      
    • Attach ISO Image untuk instalasi. File FreeNAS-i386-LiveCD-0.7.2.5234.iso didownload dan disimpan di direktori /isos.
      didik@~> VBoxManage storageattach mainfreenas --storagectl "IDE Controller" --port 1 --device 0 --type dvddrive --medium /isos/FreeNAS-i386-LiveCD-0.7.2.5234.iso 
      

      Note: ISO image harus diset di primary drive, jika tidak pesan “timeout to issue command” akan muncul.

    • Set network. VM akan mempunyai alamat IP di segment host.
      didik@~> VBoxManage modifyvm mainfreenas --nic1 bridged --macaddress1 auto --bridgeadapter1 eth0
      
    • Aktifkan VRDP. VDRP ini diperlukan sebagai konsole freeNAS saat instalasi dengan menggunakan remote desktop. Setelah alamat IP server diset, kita dapat mematikan akses lewat VDRP ini.
            didik@~> VBoxManage modifyvm mainfreenas --vrdp on
      
    • Tambah memori menjadi 256MB (default 128MB)
            didik@~> VBoxManage modifyvm mainfreenas --memory 256
      
    • Lihat konfigurasi VM mainfreenas
            didik@~> VBoxManage showvminfo mainfreenas    
      

      Ringkasan konfigurasi Konfigurasi: memori 256MB, urutan booting adalah dari dvd:hdd, VRDP port 3389

  4. Install freeNAS ke HDD (Virtual Disk)
    FreeNAS bisa jalan secara live-CD, tapi perlu diinstall ke HDD agar bersifat permanen (misalnya setting alamat networknya). Dari live-CD alamat IP defaultnya adalah 192.168.1.250

    • Jalankan VM mode Headless
      didik@~> VBoxHeadless --startvm mainfreenas &
      
    • Lihat console lewat vrdp dengan menggunakan rdesktop di sistem X uBuntu. Host_ip adalah alamat IP dari host VM.
      didik@design-118:~> rdesktop <host_ip>:3389
      

      Dari console FreeNAS:
      * Pilih 9) Install/Upgrade to hard drive/flash device, etc.
      * Pilih 2) Install ‘embedded’ OS on HDD/Flash/USB + DATA + SWAP partition
      Partition1: UFS, 120MB OS Image
      Partition2: UFS, Data
      Partition3: swap
      Use RAM disk to limit read/write access to disk
      * Pilih OK
      * Select installation media cd/dvd drive and destination media (50GB VirtualHD)
      * Use swap 128 MB
      Ada masalah jika media cd/dvd diattach ke slave kontroller, sehingga perlu diattach ke master kontroller (walaupun di set di secondary).

    • Reboot setelah instalasi selesai
  5. Remove cdrom dari VM karena sudah terinsall di HD.
        didik@~> VBoxManage storageattach mainfreenas --storagectl "IDE Controller" --port 1 --device 0 --medium none
    
  6. Set konfigurasi freeNAS. Setting jaringan diset dari konsole FreeNAS setelah reboot.
    * Pilih 2) untuk setting LAN
    Setting:
    IP = yourIP
    Netmask = 27
    Gateway = yourGW
    Netmask 27 adalah bentuk lain dari 255.255.255.224. FreeNAS memerlukan angka numerik untuk netmask ini.
    Kemudian dari web browser point alamat ke http://yourIP:80. Jika sukses jendela Login muncul. Masukkan username admin dengan password freenas. Setelah masuk, login ini perlu diganti, yaitu dari menu System -> General. Protokol manajemen juga bisa diset dengan HTTP atau HTTPS.

Manajemen Disk

Manajemen ini dilakukan untuk mengkonfigurasi storage yang ada di server. Referensi yang bisa digunakan ada di http://freenas.org/documentation:setup_and_user_guide:disks_management

Di awal, VM tempat freeNAS terinstall mempunyai virtual disk sebesar 50GB yang akan dikenali oleh freeNAS sebagai device ad0. Management untuk mengelola storage ini dilakukan dari web http://yourIP
Langkah yang perlu dilakukan:

  1. Add disk: Disks -> Management
    Klik Add disk (ad0, 50000MB)
    Properti yang diset:
    * Description: Virtual Disk 1
    * Transfer mode: auto
    * Harddisk standby time: Always on
    * Advanced power management: disabled
    * Accoustic level: disabled
    * SMART: unchecked
    * Preformat file system: Unformated
  2. Formating disk: Disks -> Format
    Untuk VD baru mungkin perlu diformat. VD sebelumnya telah diformat saat instalasi, jadi langkah ini tidak diperlukan. Note: ini akan memformat seluruh VD.
  3. Setting mount point: Disks -> Mount Point
    Klik Add mount point
    Properti yang diset:
    * Type: Disk
    * Disk: ad0: 50000MB (Virtual Disk 1)
    * Partition Type: GPT Partition
    * Partition Number: 2
    * Filesystem: UFS
    * Mount point name: VD_DATA1_50G
    * Description: VirtualDisk1 Data 50GB
    * Readonly: unchecked
    * File system check: checked
    * Owner: root
    * Group: wheel
    * Mode UGO: 777
    Klik Apply Changes.

Manajemen Service

Storage shared diinginkan dapat diakses dari Windows dan uBuntu. Service yang perlu diaktifkan adalah CIFS/SMB. Setting service ini dilakukan dari web.

  1. Service webserver harus diaktifkan
    Klik Services -> Webserver
    Webserver settings:
    * Protocol: http
    * Port: 8080
    * Document root: /mnt/VD_DATA1_50G/
    * Authentication: Enable
    URL: /
    * Directory listing: Enable
  2. Klik Services -> CIFS/SMB
    Settings CIFS (Common Internet File System):
    * Authentication: local user
    * Netbios name: freenas-SMB
    * Workgroup: WORKGROUP
    * Description: FreeNAS Server
    * Dos charset: CP437
    * Unix charset: UTF-8
    * Log level: Minimum
    * Local master browser: yes
    * Time server: yes
    Advanced settings:
    All are default, except:
    * Asynchronous I/O (AIO): checked, AIO read/write size: 1
    * Large read/write: checked

    CIFS Shares:
    Add shares:
    * Name: VD_Data1
    * Comment: VDisk dengan kapasitas 50GB
    * Path: /mnt/VD_DATA1_50G/
    * Readonly: unchecked
    * Browseble: yes
    * Inherit permissions: yes
    * Recycle bin: yes
    * Hide dot files: yes
    * Host allow: blank
    * Host denied: blank
    * Auxiliary parameters: blank

  3. Test dengan Nautilus
    Dari Naulitus.
    Klik tab Network file browser: freeNAS-SMB akan ada dalam daftar. Klik freeNAS-SMB akan tampil share yang tersedia (VD_Data1).
    Untuk mengaksesnya diperlukan otentifikasi user.
    Note: Pastikan path di langkah 1 ada.

Itu saja. FreeNAS dapat didemokan. File/direktori dapat dibuat,diupload dan didownload dari server menggunakan Nautilus.

About these ads

8 Responses to “Membuat Server NAS dengan freeNAS di VM”

  1. Ada kemungkinan pakai puppy linux?

  2. Lucid diganti Puppy Linux? Bisa. Di Puppy Linux ada paket VirtualBox.

  3. Kenapa menginstall FreeNAS di VM??? koq tidak langsung di mesin ubuntu-nya saja??? mohon dijelaskan. terima kasih

  4. pak eko itu pada saat install data2 yg ada pada harddisk tidak akan hilang kan ? soalnya bila kita memilih pilihan 3 yang install full OS on HDD.. itu data yg ada pd HDDkan akan hilang ? terimakasih

  5. You actually put together several outstanding
    tips with your article, “Membuat Server NAS dengan
    freeNAS di VM | :: Eko Didik Widianto ::”.
    I will you should be heading back to your website eventually.

    Thanks a lot -Clifford

  6. I used to be recommended this blog by way of my cousin.
    I am now not sure whether or not this put up is written by him as nobody else understand such unique approximately my difficulty.

    You’re wonderful! Thank you!

  7. Wow, that’s what I was looking for, what
    a stuff! existing here at this weblog, thanks admin of this website.

Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: