Arsip

Posts Tagged ‘asterisk’

Polarity Reversal Detection

Januari 27, 2009 edwidianto Tinggalkan komentar

Kabel telepon dari PSTN atau PABX mempunyai 2 jalur, Tip dan Ring, dengan Vring-tip = -48volt saat on-hook. Arusnya 20mA. Saat ringing, tegangan peak-to-peaknya bisa mencapai -82 volt. Bagaimana kalau tanpa sengaja kita pasang telepon atau pabx uplink dengan polaritas terbalik (jalur tip dipasang ke ring, dan sebaliknya). Vring jadi lebih besar daripada Vtip. Beberapa pesawat telepon atau pabx akan langsung mati jika tidak ada rangkaian deteksi polarity. Maklum, rating tegangan input reversenya telah melampaui absolute value.

Untungnya, modul gateway (khususnya FXO) yang dibuat oleh Clarisense, mempunyai fitur polarity reversal detection. Sehingga jika tanpa sengaja (hehe, atau disengaja) sambungan kabel dari PSTN-nya kebalik-balik, modul akan langsung mendeteksinya, dan segera beradaptasi dengan koneksi yang ada. Paling di Asterisk akan muncul warning “Polariry reversal detected.” yang tidak akan mengganggu operasional keseluruhan. Tapi, ada tidak yah pengaruhnya terhadap penggunaan dayanya jika ada polarity reversal? apa bisa jadi bertambah.

Setting VoIP Gateway untuk Least Cost Routing dan Call Queueing

Agustus 15, 2008 edwidianto 3 komentar

Ilustrasi skema implementasi LCR

Ilustrasi skema implementasi LCR

Integrasi IP-PBX/VoIP Gateway FXO 3 kanal berbasis Asterisk, CDMA FWT 2 kanal dan GSM FWT 1 kanal, serta 2 buah IP-phone dapat diperoleh konfigurasi sistem VoIP-PSTN-Mobile yang dapat mengimplementasikan LCR (Least Cost Routing, routing panggilan dengan tarif (pulsa) termurah). CDMA FWT diisi dengan 1 kartu Flexy dan 1 kartu Esia, sedangkan GSM FWT diisi dengan kartu Mentari. Diinginkan panggilan keluar (outgoing) menggunakan skema LCR, sedangkan panggilan masuk didistribusikan secara round-robin ke 2 IP-Phone.

Skema LCR ini dilakukan sedemikian sehingga jika panggilan ke nomor flexy akan dilewatkan ke kanal FXO dengan kartu flexy, ke nomor esia dilewatkan ke jalur esia, sedangkan nomor mentari dilewatkan ke mentari. Sedangkan nomor tujuan lain secara default dilalukan lewat nomor telkom. Hehehe, masih belum tahu perbandingan tarif lintas operator, euy. Tabel routing panggilan seperti ditunjukkan dalam gambar.

Distribusi panggilan masuk dilakukan dengan aplikasi call queueing dengan metode round-robin, terminal yang on-hook akan menerima ring panggilan masuk, tanpa prioritas tertentu.

Mungkin alat sejenis yang bisa melakukan fitur routing panggilan keluar termurah adalah ecare-xxx dari elco solution, hehehe. Tentunya dengan fitur yang beda, terutama VoIP dengan paket switchnya dan analog line dengan circuit switchnya (di ecare-xxx).

Hehehe, beres dah. Sedang ujicoba sampai 2 bulan di lab desain PAUME ITB. Kalau mau nyoba telepon ke 022-4254100 atau 085846052265 :)