Azizah yang terjatuh

Siang hari Senin minggu lalu, Azizah terjatuh saat main dengan teman-teman sebayanya. Seperti biasa ia sangat riang berlari. sampai di belokan, ia terpeleset dan jatuh. berdarah lutut kaki kirinya. Petangnya, ia mengadu saat bapaknya pulang. “Bapak, tadi azizah jatuh, lihat tuh kakinya berdarah. tapi tadi sudah diberi betadyne”, adunya. Saya pun berempati kepadanya. ia pun bercerita bagaimana ia terjatuh. “Ya Alloh, sembuhkanlah Azizah”, doaku sambil meniup luka Azizah.

Selasa, Azizah masih masuk sekolah di TK Attaqwa. Demikian juga hari Rabu dan Kamis. Satu hal yang terlihat berbeda adalah cara ia berjalan. Kalau berjalan agak pincang, dengan kaki kiri diseret seolah menahan sakit. Kami kira itu karena luka sobekan di lututnya. Namun, saat dilihat bahwa lukanya sudah tertutup dan kelihatan agak sembuh tapi jalannya masih pincang, kami mulai curiga.

Kemudian, pak Adam tetangga kami yang mengenal seorang tukang urut langganannya, menyarankan untuk coba diurut barangkali terkilir. Benar juga, saat istri memandikan Azizah, dan melihat lipatan paha kiri, tampak agak bengkak dan keras. Satu keteledoran kami, tidak sampai berpikir sejauh itu.

Jum’at malam Azizah diurut oleh mbah Pur. Terlihat ia sangat ahli dengan pekerjaannya. Mulailah Azizah diurut, mulai dari paha, sampai telapak kakinya. Azizah tidak menangis, hanya kadang meringis, luar biasa. Menurut penjelasan pak Pur, azizah sangat tahan. Azizah.. azizah. Selesai diurut, azizah tidur pulas sekali.

Sabtu pagi, kulihat azizah tidur dengan kedua kaki ditekuk (satu kemajuan…). hehehe, mungkin kedinginan. Kuambil selimut dan memakaikannya ke Azizah. Bahkan ketika ia bangun, kuminta ia untuk menekuk kaki kirinya. Dan ia pun menekuk kakinya. “Sakit?”, tanyaku. “Enggak. udah sembuh kok.”, jawabnya. Hari itu, Azizah izin tidak masuk sekolah, karena hari Sabtu adalah hari olahraga, jadi sementara istirahat dulu.

Hari minggu, waktu tidur, posisinya juga sudah semakin leluasa. Tapi kok waktu berjalan masih diseret kaki kirinya, nggak ada perubahan. Lipatan pahanya sudah tidak keras dan tidak memar juga. Ada apa ini?

Di pagi hari Senin, azizah sudah bisa jongkok saat buang air besar. Tapi ya itu, jalannya masih pincang. Kalau ditanya ia menjawab nggak papa kok nggak sakit. Jadi takut juga. Saat itu, kami sepakat untuk membawa azizah ke dokter, barangkali perlu di ronsen untuk melihat lututnya. Bune Azizah menjelaskan awal masalahnya ke dokter tersebut. Di depan dokter, azizah menunjukkan nggak ada apa-apa, ia santai aja duduk di kursi dengan kaki ditekuk dan dia gerak-gerakkan maju-mundur, kanan-kiri. Nggak sakit, katanya. Ronsen nggak jadi, dokter menjelaskan itu mungkin psikis aja. Iyah, mudah-mudahan saja. Cepat sembuh yah, Azizah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: