Hikmah di Balik Riset Insentif 2008

Senang juga waktu lihat pengumuman sekitar Mei-an di website Ristek bahwa proposal Riset Insentif 2009 berjudul “Perancangan Sistem Produksi Linux VoIP Gateway untuk Mendukung TIK Pedesaan” yang kami kirimkan, masuk dalam 475 besar dari 5000 proposal yang masuk dan berhak ikut dalam seleksi lanjutan berupa presentasi di Serpong hari ini (29 agustus 2009).

Segala persiapan teknis termasuk penyiapan dokumen proposal beserta file presentasi telah dilakukan. Dokumen pendukung telah siap. Satu yang kelewat, surat pengantar dari LPPM-ITB beserta lembar pengesahan, LPPM tidak bersedia memberikannya. Mmmm, status kami dianggap bukan orang ITB, walaupun telah hampir 6 tahun di PAU dan mempunyai surat sebagai peneliti kontrak dari LPPM yang tidak digaji LPPM. Sumber dana penelitian dan man-month adalah dari proposal penelitian, yang kena objek potongan sana-sini dan molor lagi. Banyak lah dongeng betapa susahnya jadi peneliti di ITB.. kasihan deh.

Sempat kecewa juga, sambil merenung, ingin rasanya jadi pelanduk petualang yang akhirnya bersimbiosis dengan kerbau pak Tani. Tapi saya yakin selalu ada skenario dari Yang Serba Maha di sana. Kujalani saja.

4 Responses to “Hikmah di Balik Riset Insentif 2008”

  1. Hahahaha, makanya aku ngga mau lagi ngurusin mahasiswa. Hahahahaha, u baru 6 thn. Yang lebih dari itu aja bisa digudangkan, dianggap obsolet atau kadaluarsa. Hahahahahaha.

  2. Apa daya,

    Sebagai wong cilik di kampus gajah mau tidak mau hanya bisa pasrah dan ikut aturan yang telah dibuat atau yang harus dibuat.

    Sing sabar saja Mas Didik nggih.. Semoga sukses di masa berikutnya.

  3. dikasih jalan, mas didik juga gak mau. Prinsipnya kuat. Tapi mudah-mudahan ada hikmah dibalik itu semua.

Trackbacks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: