Archive for Desember, 2008

Desember 24, 2008

Notes Power Supply untuk Board TS72XX

Skema power supply di board TS72xx

Skema power supply di board TS72xx

Dalam manual, power supply untuk board TS72xx yang digunakan adalah 5VDC. Dengan supply tegangan tersebut, memang board TS72xx dapat booting dan masuk prompt shell Linux. Ini dilakukan tanpa usb harddisk terpasang di board. Tapi kebutuhan akan storage yang besar, mensyaratkan usb harddisk ini terpasang dan dapat dimounting dan selanjutnya dapat digunakan untuk menyimpan file-file yang lumayan besar, misalnya data rekaman, cache, dll.

Namun, ketika usb harddisk ini dicolokkan ke port USB (hotplug), timbul masalah. Entah itu sistem jadi reboot sendiri maupun bunyi harddisk yang berisik.

Hipotesis dan solusi

Hipotesisnya adalah kekurangan tegangan 5V (atau arus) untuk mensupply harddisk ini. Bisa jadi, saat hotplugging arus tersedot ke usb harddisk ini, yang mengakibatkan tegangan core drop dan sistem akan reboot, apalagi terdapat current limiter 0.75A di board. Solusinya adalah dengan mengganti tegangan supply yang lebih besar dari 5V, misalnya 7.5V,2A.

Untungnya board ts72xx menggunakan tegangan 3.3v dan 1.8v sebagai tegangan corenya. Dengan kata lain, ada regulator tegangan 3.3v dan 1.8v, sehingga penggunaan tegangan 7.5V tidak akan membawa masalah.

Percobaan

Sumber tegangan 5V,3A diganti dengan yang 7.5V, 2A. Linux dapat booting dan menampilkan prompt. Saat usb dicolokkan ke port USB,

read more »

Iklan
Desember 24, 2008

Watchdog Timer: Membuat Sistem Tetap ON

Jika kita punya satu sistem yang remote (misalnya server embedded berbasis Linux), tentunya kita berharap sistem tersebut dapat menjalankan fungsinya dengan baik secara terus menerus. Tapi bagaimana jika sistem mengalami kegagalan yang berakibat fatal (hang) yang disebabkan misalnya oleh harddisk crash, error memori atau lainnya? Jika kondisi ini terjadi, sistem pasti tidak akan dapat berfungsi sama sekali (dan termasuk network), dan satu-satunya jalan adalah dengan meresetnya. Tapi sistem kan ada di remote? Masak kita harus datang ke lokasi remote dan memencet tombol reset untuk mereboot sistem? Watchdog timer dapat mengatasi problem ini.

Watchdog Timer (WDT) merupakan hardware (atau emulasi hardware) yang dapat mereset sistem secara otomatis jika terjadi software fault. Terdapat 2 jenis watchdog yang di support oleh kernel driver: hardware dan software watchdog (softdog). Hardware watchdog dimiliki salah satunya oleh board yang menggunakan prosesor EP93XX, misalnya board Technologic System TS72XX, sehingga watchdog inilah yang akan digunakan, karena board inilah yang kami miliki.

flow watchdog

flow watchdog

Untuk mengaktifkan watchdog diperlukan daemon userspace yang akan membuka node device /dev/watchdog dan memberitahu driver watchdog kernel secara berkala bahwa userspace/sistem masih hidup, dan driver ini selanjutnya akan memberitahu hardware watchdog bahwa sistem OK dan watchdog harus menunggu notifikasi berikutnya dalam timeout yang telah ditentukan. Jika userspace gagal (misalnya RAM error, kernel bug, atau lainnya), notifikasi tidak terkirim, dan watchdog akan mereset sistem (reboot) setelah lewat timeout.

Mengaktifkan Watchdog

Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengaktifkan watchdog di Linux:

read more »

Desember 23, 2008

Assembly XC400M Telah Berhasil

bare pcb module and board modul terpasang

Akhirnya modul FXO 4-port (XC400M) dalam proyek VoIP gateway telah selesai diassembly. Modul ini kompatibel dengan X400M kepunyaan Digium, sehingga dapat dicolokkan langsung ke TDM800P. Dengan perancangan, layout dan assembly dilakukan sendiri dari scratch, produk ini bisa jadi menawarkan harga yang lebih rendah dengan jaminan kualitas suara yang setara dengan X400M.

Assembly satu buah modul dengan soldering, setidaknya memerlukan waktu hampir 2 jam, hehehe… maklum masih manual. Satu hal yang harus dilakukan adalah mencuci dan menggosok board modul dengan air yang dicampur deterjen menggunakan sikat gigi, hah? Dengan ukuran dan spacing track yang cukup kecil, 8 mil, saat menyolder mungkin ada serpihan timah solder yang bisa menyebabkan bridging, terutama di pad-pad IC. Mencuci board dengan deterjen, selain menghilangkan kotoran dari timah, juga akan meminimalkan potensi bridging antar pad atau antar track.

Sekarang 2 buah modul XC400M telah up di board TDM800P. Modul kernel yang diload adalah tdm24xxp. 8 buah port telah dapat terdeteksi oleh zaptel asterisk, dan percakapan lewat modul sangat jernih… :D. Satu request perubahannya adalah warna merah untuk solder mask seperti modul digium, bukannya hijau. Hehehe, tapi setidaknya satu tahap telah selesai.

Desember 23, 2008

Seri 13: Beli, Bangun, dan Jual

Artikel ini diambil dari milis IA-ITB yang ditulis oleh Andrianto Soekarnen, yang merupakan ringkasan bebas dari buku “Forbes Greatest Technology Stories: Inspiring Tales of the Entrepreneurs and Inventors who Revolutionized Modern Busines” karya Jeffrey S. Young. Artikel dapat juga dibaca di http://www.facebook.com/notes.php?id=635906551

Meski tak ahli telekomunikasi, Craig McCaw meraup untung besar dari bisnis seluler

Oleh Andrianto Soekarnen

Telepon seluler merupakan pengembangan dari radio komunikasi dua arah yang pada 1970-an dijual John Goeken melalui perusahaannya, Microwave Communications Inc (MCI) [lihat: Lintas St Louis-Chicago]. Dalam model radio komunikasi dua arah itu, sebuah menara pemancar dan penerima menangani semua panggilan di suatu wilayah tertentu. Hal ini membatasi ketersediaan saluran terutama jika diterapkan di wilayah perkotaan yang padat. Maka, kemudian
dikembangkan konsep bahwa suatu wilayah geografis tertentu dapat dibagi-bagi lagi dalam sel-sel yang lebih kecil lagi. Struktur ini memungkinkan lebih banyak percakapan ditangani secara bersamaan. Pesawat telepon pun hanya memerlukan pasokan daya (listrik) yang kecil karena daya jangkaunya cukup pendek. Kondisi ini menjadikan telepon benar-benar kecil dan mudah dibawa-bawa (portabel).

read more »

Desember 23, 2008

Seri 12: Lintas St Louis-Chicago

Artikel ini diambil dari milis IA-ITB yang ditulis oleh Andrianto Soekarnen, yang merupakan ringkasan bebas dari buku “Forbes Greatest Technology Stories: Inspiring Tales of the Entrepreneurs and Inventors who Revolutionized Modern Busines” karya Jeffrey S. Young. Artikel dapat juga dibaca di http://www.facebook.com/notes.php?id=635906551

Terlalu bersemangat menantang AT&T, MCI gagal genggam bisnis telepon seluler

Oleh Andrianto Soekarnen

Di suatu tempat, antara St. Louis dan Chicago, pada 1962, masa depan industri telepon mulai mendapat bentuk. Ide menyediakan jaringan telekomunikasi alternatif berasal dari John Goeken, seorang agen divisi radio mobil General Electric. Kebetulan, lelaki itu kadang-kadang menjadi pilot pribadi dan teknisi eletronik penerbangan.

Goeken banyak menghabiskan waktu menerbangi rute antara St. Louis dan Chicago. Cara paling mudah melakukan penerbangan bolak-balik itu adalah dengan mengikuti jalur jalan raya Interstate 55. Dari udara, Goeken dapat melihat deretan truk mondar-mandir di antara kedua kota.

read more »

Desember 23, 2008

Seri 11: Kelahiran World Wide Web

Artikel ini diambil dari milis IA-ITB yang ditulis oleh Andrianto Soekarnen, yang merupakan ringkasan bebas dari buku “Forbes Greatest Technology Stories: Inspiring Tales of the Entrepreneurs and Inventors who Revolutionized Modern Busines” karya Jeffrey S. Young. Artikel dapat juga dibaca di http://www.facebook.com/notes.php?id=635906551

Penciptaan browser membuat internet booming

Oleh Andrianto Soekarnen

Salah satu lembaga dunia yang pertama-tama terhubung ke jaringan internet adalah Conseil Europeen pour la Recherche Nucleaire (CERN), badan penelitian nuklir Eropa yang bermarkas di Jenewa, Swiss. Beranggotakan 9.000 fisikawan, badan tersebut menghadapi sebuah masalah, yakni menemukan cara agar para ilmuwan bisa saling berbagi catatan, naskah ilmiah, foto dan grafik. Solusi datang dari seorang programer bernama Tim Berners-Lee.

Pada 1979, mahasiswa pascasarjana di CERN itu menulis sebuah program primitif yang memungkinkan orang saling bertukar dokumen elektronik. Tetapi, waktu itu, ia tak mampu menyelesaikannya dan upaya tersebut dihentikan.

Pada 1990, Berners-Lee, yang kali ini berusia 35 tahun, berpikir ulang dan menghidupkan kembali proyeknya. Kali ini ia bekerja dengan sebuah mesin yang sangat canggih, komputer NeXT buatan Steve Jobs (pendiri Apple). Kebetulan, komputer tersebut memiliki paduan perangkat keras dan perangkat lunak yang tepat untuk menampilkan informasi secara visual.

read more »

Desember 23, 2008

Seri 10: Sumbangsih Sepasang Kekasih

Artikel ini diambil dari milis IA-ITB yang ditulis oleh Andrianto Soekarnen, yang merupakan ringkasan bebas dari buku “Forbes Greatest Technology Stories: Inspiring Tales of the Entrepreneurs and Inventors who Revolutionized Modern Busines” karya Jeffrey S. Young.

Dari soal berkirim pesan, internet dibawa kepada publik

Oleh Andrianto Soekarnen

Di awal 1980-an, melalui jaringan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (ARPANET), apa yang dinamakan internet telah tersedia bagi dunia akademik dan badan pemerintahan di Amerika Serikat. Semua itu mungkin akan tetap terbatas sebagai wahana akademik seandainya tidak ada urusan rumah tangga dua mahasiswa ilmu pengetahuan komputer.

Pasangan yang sudah menikah itu, Sandy Lerner dan Leonard Bosack, adalah mahasiswa pascasarjana Stanford University. Keduanya mendapat tugas mengurusi laboratorium komputer yang mempunyai puluhan terminal komputer untuk digunakan para ilmuwan universitas dan mahasiswa teknik. Masalahnya, mereka bekerja di gedung terpisah dan memiliki jam kerja yang panjang.

Keadaan itu membuat sepasang kekasih itu cukup frustasi. Mereka tak bisa saling mengirim pesan via komputer. Masalahnya, meski Stanford mempunyai puluhan jaringan komputer kecil, masing-masing terisolasi dari jaringan yang lain.

read more »

Desember 23, 2008

Seri 09: Cikal Bakal Internet

Artikel ini diambil dari milis IA-ITB yang ditulis oleh Andrianto Soekarnen, yang merupakan ringkasan bebas dari buku “Forbes Greatest Technology Stories: Inspiring Tales of the Entrepreneurs and Inventors who Revolutionized Modern Busines” karya Jeffrey S. Young.

Tanpa peran pemerintah, tampaknya tak akan pernah ada internet

Oleh Andrianto Soekarnen

Kalaulah ada sedikit manfaat dari era Perang Dingin (1945-1989), itu adalah perlombaan pencapaian dalam ilmu pengatahuan dan teknologi. Dua kali Uni Soviet berhasil menonjok Amerika Serikat, yakni saat negeri tirai besi berhasil mengikuti jejak AS meledakan bom atom dan saat mereka meluncurkan satelit Sputnik untuk memimpin lomba penguasaan luar angkasa. Tentu, AS tak tinggal diam.

Salah satu program riset pertahanan AS adalah Advanced Researche Projects Agency (ARPA). Didirkan pada 1950-an, ARPA bukanlah kantor pemerintah biasa. Ia didisain untuk dapat bergerak cepat dan bebas, dengan sedikit peraturan pengikat. Salah satu kelompok dalam ARPA adalah Information Processing Techniques Office (IPTO). Divisi ini melakukan riset komputer grafik, komunikasi jaringan, super komputer, dan mesin pendidikan mutakhir.

read more »

Desember 23, 2008

Seri 08: Kelihaian Gates

Artikel ini diambil dari milis IA-ITB yang ditulis oleh Andrianto Soekarnen, yang merupakan ringkasan bebas dari buku “Forbes Greatest Technology Stories: Inspiring Tales of the Entrepreneurs and Inventors who Revolutionized Modern Busines” karya Jeffrey S. Young.

Produk Microsoft umumnya tiruan, tapi sukses

Oleh Andrianto Soekarnen

Pada 1982, Bill Gates—yang saat itu berusia 27 tahun–merasa takut. Sebagai Presiden Microsoft (perusahaan perangkat lunak pembuat DOS dan bahasa program BASIC), ia cemas akan tertinggal justru ketika persaingan baru dimulai. Kekhawatiran Gates sungguh beralasan. Waktu itu, Apple memiliki dua buah komputer berorientasi grafik yang belum diluncurkan: Lisa dan Macintosh. Lotus, saingan Microsoft, siap menjadi perusahaan pembuat software terbesar berkat Lotus 1-2-3 (sebuah tabel berlajur untuk IBM PC). Lalu, COMPAQ baru saja meluncurkan komputer kompatibel PC versi mereka. Di antara para pendatang baru, Microsoft tampak paling lemah.

Namun begitu, semua ini segera berubah. Penampilan Gates yang tampak muda dan lugu sungguh tak sesuai dengan sifatnya yang “kejam” dalam bersaing. Rambutnya lurus tidak rapi. Ketombe mengikutinya kemana-mana. Kacamatanya yang berbingkai plastik sering kotor. Singkat kata, ia bukanlah pengusaha yang mulai berkembang di era persaingan bisnis komputer.

read more »

Desember 23, 2008

Seri 07: Komputer Pribadi IBM

Artikel ini diambil dari milis IA-ITB yang ditulis oleh Andrianto Soekarnen, yang merupakan ringkasan bebas dari buku “Forbes Greatest Technology Stories: Inspiring Tales of the Entrepreneurs and Inventors who Revolutionized Modern Busines” karya Jeffrey S. Young.

Sukses IBM PC melahirkan generasi komputer jangkrik

Oleh Andrianto Soekarnen

Sukses komputer kecil Apple memacu perusahaan lain untuk membuat peralatan serupa. Meski begitu, IBM, si raja mainframe (komputer besar), sama sekali belum bergeming. Alasannya sepele, divisi pemasaran–kekuatan utama
mereka–kurang dapat menyetujui perubahan tersebut. Bagi para wiraniaga, menjual komputer kecil seharga seribu dollar mendatangkan komisi yang terlalu kecil. Mereka terbiasa mendapat persenan dari berdagang perlengkapan berbandrol $20.000.

Tetapi, ketika Apple II mulai mengerogoti pasar komputer besar, mau tidak mau IBM harus berpaling pada komputer meja. Untungnya, IBM mempunyai seorang insinyur yang mempunyai minat besar pada produk tersebut, yakni Lew Eggebrecht.

read more »