Tindakan Mendahului Gagasan

Dikutip dari posting di IA-ITB oleh M. Yusron:

TINDAKAN MENDAHULUI GAGASAN
Pada tahun 1980 Jack Welch naik ke puncak pimpinan General Electric (GE). Dia mendapati GE sebagai perusahaan yang sehat, namun hanya sedikit yang sepaham dengannya yang memandang GE seperti tidak berkinerja seperti seharusnya sesuai potensi yang dimilikinya.

Meskipun pada awalnya mendapat banyak kritikan, pada waktu itu Jack Welch mulai menghilangkan job yang tidak
meng-generate value perusahaan yang dampaknya adalah PHK dan menata potofolio bisnisnya. Bisnis yang tidak menguntungkan ditutup atau dijual, bisnis yang potensial dan menguntungkan diperbaiki. Kemudian Jach Welch juga terlibat dalam banyak pembelian perusahaan dan merger antara bisnisnya dengan perusahaan lain. Portofolio bisnis GE terdiri atas 350 bisnis yang dikelompokkan dalam 43 Strategic Business Unit.

Ambisi Jack Welch adalah membangun GE berdaya saing internasional dan menguasai pasar internasional. Selanjutnya
GE berkembang menjadi konglomerat, meskipun Jack Welch sangat membenci istilah yang diberikan ini.

Dalam perkembangannya tindakan Jeck Welch itu dalam kosa kata manajemen diistilahkan RESTRUKTURISASI.
Inilah suatu contoh TINDAKAN MENDAHULUI GAGASAN, praktek mendahului teori. Justru teori diilhami oleh praktek.

Pada tahun 1934 Thomas Watson, Sr merumuskan dalam formal statement IBM Basic Believes yang terdiri atas tiga
butir, yaitu : (1) Respect to Individu, (2) Best Service for Customer & (3) Excellent Must Be The Way of Life. Kemudian pada
tahun 1956 Thomas Watson, Jr saat menjadi CEO IBM mengatakannya bahwa IBM basic believes tersebut sebagai yang sakral dan semua sendi organisasi dan perilaku karyawan harus konsisten mengacu pada ketiga hal tersebut : people focus,
customer focus dan performance focus. Kemudian memunculkan istilah CORPORATE CULTURE dan IBM adalah best practice-nya.

Demikian juga perusahaan2 Jepang yang mengagumkan dalam membanjiri produk di pasaran dengan dukungan2 agen, dealer, distributor, showroom, dsb. Yang memungkinkan memberikan layanan purna jual yang dibutuhkan pelanggan. Dan inilah keunggulan bersaing perusahaan Jepang. Kemudian praktek manajemen ini mengilhami para akademisi Barat dalam menyusun Teori Distribution Channel Management. Masih banyak lagi inspirasi dari Jepang ini seperti misalnya : quality circle, zero defect, Total Quality Management, kaizen, dsb. Dari inspirasi praktek manajemen Jepang ini kemudian disistematisasikan secara akademis oleh ilmuwan Barat.

Dalam banyak hal perusahaan Jepang bercorak TINDAKAN MENDAHULUI GAGASAN. Berbeda dengan perusahaan2 Barat, yang pada umumnya lebih bercorak GAGASAN MENDAHULUI TINDAKAN. Meskipun demikian kasus GE & IBM adalah pengecualian.

GAGASAN MENDAHULUI TINDAKAN
Dalam kebanyakan praktek manajemen selalu diupayakan praktek berdasarkan acuan teoritisnya. Kasus ini serupa
dengan cerita sejarah berikut ini.

Alexander The Great dari Yunani pada 327-325 SM berhasil menaklukkan Mesir-Punisia-Babilon-Persia-India. Setelah menaklukkan India ahli geografinya menasihatkan agar kembali, jangan meneruskan penaklukan, karena mereka telah sampai di ujung dunia, dimana BUMI DIGAMBARKAN SEBAGAI PIRING dengan pusatnya Laut Mediterania, bila diteruskan selepas India akan terjun bebas entah kemana tak terbayangkan. Inilah gagasan dunia jaman itu.

Baru 1800 tahun kemudian Columbus dengan keyakinan barunya bahwa BUMI INI BULAT, akan bisa mencapai India lewat jalur ATLANTIK. Pada waktu itu India bisa dicapai lewat JALUR SUTRA namun ditutup oleh penguasa muslim Turki. Dan berangkatlah Columbus dengan tiga kapal Santa Maria, Pinta dan Nina yang sampai di San Salvador, Amerika Tengah pada Oktober 1496 setelah 5 minggu berlayar.

Kasus penjelajahan AEXANDER dan COLUMBUS menunjukkan GAGASAN MENDAHULUI TINDAKAN. GAGASAN TENTANG DUNIA, TENTANG BUMI.

Jadi kebanyakan berprinsip bahwa untuk melakukan perubahan pada skala organisasi secara umum perusahaan2 memulai dengan merubah secara jelas dan sistematik gagasan para top management kemudian dijabarkan ke dalam strategi, struktur organisasi dan selanjutnya dilaksanakan tindakan2 perubahan yang diharapkan akan berakselerasi secara cascading ke bawah.

Namun berdasarkan pengalaman praktek manajemen Barat dan Jepang, para praktisi bisnis saat ini telah mengadakan
perimbangan dengan mengacu baik :(1) akademis (berbasis gagasan) atau (2) best practice (berbasis tindakan, yang terbukti memberi hasil yang unggul)

Kini Barat mengkombinasikan PARADIGM SHIFT & BENCHMARKING secara proporsional.

Iklan
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: