Seri 07: Komputer Pribadi IBM

Artikel ini diambil dari milis IA-ITB yang ditulis oleh Andrianto Soekarnen, yang merupakan ringkasan bebas dari buku “Forbes Greatest Technology Stories: Inspiring Tales of the Entrepreneurs and Inventors who Revolutionized Modern Busines” karya Jeffrey S. Young.

Sukses IBM PC melahirkan generasi komputer jangkrik

Oleh Andrianto Soekarnen

Sukses komputer kecil Apple memacu perusahaan lain untuk membuat peralatan serupa. Meski begitu, IBM, si raja mainframe (komputer besar), sama sekali belum bergeming. Alasannya sepele, divisi pemasaran–kekuatan utama
mereka–kurang dapat menyetujui perubahan tersebut. Bagi para wiraniaga, menjual komputer kecil seharga seribu dollar mendatangkan komisi yang terlalu kecil. Mereka terbiasa mendapat persenan dari berdagang perlengkapan berbandrol $20.000.

Tetapi, ketika Apple II mulai mengerogoti pasar komputer besar, mau tidak mau IBM harus berpaling pada komputer meja. Untungnya, IBM mempunyai seorang insinyur yang mempunyai minat besar pada produk tersebut, yakni Lew Eggebrecht.

Sebenarnya, sudah berkali-kali Eggebrecht (melalui atasannya) mengusulkan pembuatan komputer kecil. Tapi, para pembesar IBM yang konservatif belum melihat perubahan yang ada di depan mata.

Meski akhirnya muncul perintah “OK!”, upaya IBM membuat komputer kecil tak berjalan mulus. Selain membuat perangkat keras komputer, IBM harus bisa menyediakan perangkat lunak. Komputer untuk keperluan umum tak bisa berfungsi tanpa software. Masalahnya, para programer perusahaan tak mampu membuat sistem operasi yang akan dijalankan pada komputer IBM. Sistem operasi sangat vital karena program itulah yang pertama kali “jalan” ketika komputer dihidupkan. Tanpa sistem operasi, komputer hang (tak berfungsi).

Untungnya Eggebrecht cukup cerdik. Ia mengabaikan divisi perangkat lunak perusahaannya dan berpaling kepada Microsoft. Perusahaan Bill Gates itulah yang selama ini menjadi penyuplai perangkat lunak bagi Apple. Setelah berhasil mendapatkan Dirty Operating Systems (DOS) dari Microsoft serta berbagai perangkat lunak lain, IBM meluncurkan IBM Personal Computer (IBM PC). Mengingat para wiraniaga enggan berjualan, Eggebrecht memasarkan PC melalui jaringan swalayan, langsung ke tangan konsumen.

PC IBM segera meraup sukses besar. IBM membiarkan para programer independen membuat software yang bisa dijalankan pada PC. Dengan tawaran perangkat lunak yang melimpah, konsumen tentu memilih PC. Kekukuhan Apple untuk menjual perangkat keras dan lunak dalam satu paket, pada akhirnya membuat perusahaan Steve Jobs tetinggal.

Dengan cepat penjualan PC IBM mendapatkan momentum. Pada 1982, IBM memproduksi 13.000 PC per hari. Kawasan Boca Roca, Florida, tempat perangkat itu diproduksi segera tumbuh menjadi kawasan industri besar. Hanya dua tahun setelah PC diperkenalkan, nilai saham IBM berlipat dua. Pada 1983, perusahaan itu bernilai sekitar $74,25 miliar, setara dengan seperempat nilai pasar dari seluruh saham teknologi yang tergabung dalam Dow Jones Industrial Average.

Namun begitu, bahaya segera mengancam. Para insinyur Texas Instrument (TI) membongkar PC IBM. Mereka pun mendapati tak ada yang unik di mesin itu. Satu-satunya yang khas adalah Basic Input Output System (BIOS). Ia adalah chip permanen yang berisi “kepribadian” dari keseluruhan sistem (semacam pencatat kode genetik PC).

Tanpa harus meniru disain IBM, TI mampu membuat chip yang mempunyai fungsi sama sehingga tidak melanggar hak paten. Berkat chip baru itu, pada Natal 1982, munculah komputer COMPAQ yang kompatibel terhadap PC. Semua program yang bisa dijalankan pada IBM PC bisa dijalankan pada COMPAQ. Kemunculan COMPAQ merupakan awal bencana IBM.

Sejak saat itu bermunculanlah pembuat komputer yang kompatibel dengan sistem PC. Meski menciptakan standar dunia komputer modern, IBM tak bisa mengendalikan pasar. Keadaan diperparah karena Microsoft membuka diri menyediakan software bagi mesin merek apapun.

Kemudian, komponen pembuat komputer bahkan dijual secara terpisah. Intel menjual prosesor buatan mereka secara eceran. Demikian pula dengan pembuat memori, sound card (perangkat untuk memunculkan suara), video card (untuk menampilkan video) dan sebagainya. Beberapa perusahaan lalu menjual motherboard (papan kit serta arsitektur utama komputer) juga secara mandiri.

Pembeli bisa merakit sendiri komputer pribadinya (biasa diistilahkan diIndonesia sebagai komputer jangkrik) yang tentunya PC Compatible.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: