Seri 10: Sumbangsih Sepasang Kekasih

Artikel ini diambil dari milis IA-ITB yang ditulis oleh Andrianto Soekarnen, yang merupakan ringkasan bebas dari buku “Forbes Greatest Technology Stories: Inspiring Tales of the Entrepreneurs and Inventors who Revolutionized Modern Busines” karya Jeffrey S. Young.

Dari soal berkirim pesan, internet dibawa kepada publik

Oleh Andrianto Soekarnen

Di awal 1980-an, melalui jaringan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (ARPANET), apa yang dinamakan internet telah tersedia bagi dunia akademik dan badan pemerintahan di Amerika Serikat. Semua itu mungkin akan tetap terbatas sebagai wahana akademik seandainya tidak ada urusan rumah tangga dua mahasiswa ilmu pengetahuan komputer.

Pasangan yang sudah menikah itu, Sandy Lerner dan Leonard Bosack, adalah mahasiswa pascasarjana Stanford University. Keduanya mendapat tugas mengurusi laboratorium komputer yang mempunyai puluhan terminal komputer untuk digunakan para ilmuwan universitas dan mahasiswa teknik. Masalahnya, mereka bekerja di gedung terpisah dan memiliki jam kerja yang panjang.

Keadaan itu membuat sepasang kekasih itu cukup frustasi. Mereka tak bisa saling mengirim pesan via komputer. Masalahnya, meski Stanford mempunyai puluhan jaringan komputer kecil, masing-masing terisolasi dari jaringan yang lain.

Ketika memikirkan dilema itu, Lerner dan Bosack tiba pada gagasan mengerjakan ulang prinsip komunikasi internet, tetapi khusus untuk jaringan lokal. Pada waktu itu, lalu lintas data dari segmen berbeda di Kampus Stanford harus dilewatkan dulu ke internet sebelum mencapai bagian lain dari kampus. Sistem tersebut benar-benar tidak masuk akal. Ibaratnya, data harus dilewatkan dulu ke Washington sebelum sampai di gedung sebelah.

Pasangan tersebut bertekad membuat cara baru dalam mengatur lalu lintas data untuk dipergunakan di seluruh kampus. Daripada menggunakan router (gerbang ke intenet) standar yang waktu itu berharga $100.000, mereka berencana membuat router lokal kecil dengan tugas mengelola lalu lintas data di antara berbagai jaringan lokal kecil. Dalam sistem ini, pesan dengan alamat lokal–misalnya, Stanford–akan tetap berada dalam jaringan kampus. Hanya pesan dengan alamat luar kampus akan dikirim ke internet.

Berada di kampus dengan tradisi teknik yang kuat dan memiliki pengetahuan komputer yang mendalam, Kerner dan Bosack dengan mudah mendapat kesempatan mencoba ide mereka. Pada 1984, setelah melakukan percobaan selama beberapa bulan, mereka berhasil menyempurnakan disain. Lerner dan Bosack lalu mendirikan perusahaan Cisco System untuk membuat dan memasarkan router sederhana dan kecil itu.

Pada pertengahan 1980-an itu, komputer pribadi mulai menyebar. Mereka mulai hadir di meja-meja perusahaan. Para pemakai bisnis merasa perlu menghubungkan komputer-komputer mereka untuk bertukar data, berkirim e-mail, atau berbagi akses terhadap printer (alat cetak). Router Cisco segera mendapatkan pangsa pasar yang lumayan besar. Ketika kebutuhan akan lalu lintas data melalui jaringan semakin banyak, kebutuhan akan router terus tumbuh.

Pada 1987, Cisco—yang saat itu baru mempunyai 10 orang karyawan–berhasil mencetak pendapatan $5 juta. Tapi, dua perusahaan baru dari Boston, Synoptics dan Wellfleet, memiliki sumber pendanaan yang lebih baik dan mampu menawarkan router yang lebih unggul.

Menghadapi persaingan, Lerner dan Bosack mencari modal ventura. Ini tentunya tak sulit bagi perusahaan berprospek bagus. Mereka segera mendapatkan kucuran $2,5 juta dari Sequoia Associates, sebuah perusahaan modal ventura yang dipimpin Don Valentine (mantan direktur pemasaran National Semiconductor). Cisco terus berkembang pesat.

Namun begitu, Lerner dan Bosack belum pernah bekerja di luar lingkungan akademik. Mereka tidak memiliki naluri bersaing sebagaimana Valentine. Pasangan itu tidak senang ketika Valentine bertindak agresif guna menguasai pasar dunia. Kali ini, reaksi kimia antara peneliti dan pebisnis tampaknya tidak cocok.

Pada 1988, Valentine usul pasangan Lerner-Bosack melepas kepemilikan mereka di Cisco untuk $200 juta (Rp2 triliun). Pasangan tersebut tak berpikir dua kali menerima tawaran itu. Bosack membuat perusahaan komputer lain. Lerner, istrinya, menjadi penyumbang gerakan pembebasan binatang, selain menjadi presiden sebuah perusahaan kosmetik. Sementara itu, Cisco, di bawah pimpinan Valentine, terus merajai dunia router.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: