Seri 11: Kelahiran World Wide Web

Artikel ini diambil dari milis IA-ITB yang ditulis oleh Andrianto Soekarnen, yang merupakan ringkasan bebas dari buku “Forbes Greatest Technology Stories: Inspiring Tales of the Entrepreneurs and Inventors who Revolutionized Modern Busines” karya Jeffrey S. Young. Artikel dapat juga dibaca di http://www.facebook.com/notes.php?id=635906551

Penciptaan browser membuat internet booming

Oleh Andrianto Soekarnen

Salah satu lembaga dunia yang pertama-tama terhubung ke jaringan internet adalah Conseil Europeen pour la Recherche Nucleaire (CERN), badan penelitian nuklir Eropa yang bermarkas di Jenewa, Swiss. Beranggotakan 9.000 fisikawan, badan tersebut menghadapi sebuah masalah, yakni menemukan cara agar para ilmuwan bisa saling berbagi catatan, naskah ilmiah, foto dan grafik. Solusi datang dari seorang programer bernama Tim Berners-Lee.

Pada 1979, mahasiswa pascasarjana di CERN itu menulis sebuah program primitif yang memungkinkan orang saling bertukar dokumen elektronik. Tetapi, waktu itu, ia tak mampu menyelesaikannya dan upaya tersebut dihentikan.

Pada 1990, Berners-Lee, yang kali ini berusia 35 tahun, berpikir ulang dan menghidupkan kembali proyeknya. Kali ini ia bekerja dengan sebuah mesin yang sangat canggih, komputer NeXT buatan Steve Jobs (pendiri Apple). Kebetulan, komputer tersebut memiliki paduan perangkat keras dan perangkat lunak yang tepat untuk menampilkan informasi secara visual.

Selama beberapa bulan, Berners-Lee menulis ulang program komputernya dan berhasil menciptakan browser, sejenis perangkat penjelajah internet. Ia juga membuat beberapa halaman web yang bisa diakses. Ini adalah versi pertama dari World Wide Web, nama yang dicetuskan sendiri oleh Berners-Lee dan biasa disingkat WWW.

Apa yang diciptakan Berners-Lee adalah seperangkat kode–dinamai Hyper Text Markup Language (HTML)–untuk mengatur tampilan pada halaman web. Sementara itu, halaman tersebut bisa diakses melalui Hyper Text Terminal Program (HTTP) — bukannya HTTP singkatan dari HyperText Transfer Protocol?.

Tahun 1992, salah seorang mahasiswa di National Center for Supercomputer Applications (NCSA) di University of Illinois melihat beberapa literatur WWW dan tertarik mendalaminya. Ia mengambil beberapa program yang disediakan secara gratis dan menunjukannya kepada seorang teman bernama Marc Andreessen.

Segera tim NCSA membuat program serupa. Andreessen sebenarnya bukan pemrogram jempolan. Tapi, ia pandai membujuk. Ia berhasil meyakinkan hacker jagoan, Eric Bina, untuk bergabung. Lahirlah browser bernama Mosaic. Apa yang dihasilkan Bina lebih canggih dibandingkan produk Berners-Lee. Mosaic lebih sederhana dan logis sehingga mudah digunakan, termasuk oleh orang awam.

Di awal 1994, koran New York Times menulis artikel tentang Mosaic. Tulisan itu menarik minat Jim Clark, mantan pengajar di Stanford yang menjadi pebisnis. Ia segera mengontak Andreessen yang saat itu telah lulus dan bekerja di California.

Mereka mendirikan Mosaic Communications untuk membuat browser yang lebih baik lagi. Tapi, University of Illinois keberatan karya kampus dikomersialkan. Andreessen dan Clark mengubah nama perusahaan dan produk mereka menjadi Nestcape.

Keputusan Nestcape untuk memberikan perangkat lunak secara gratis membawa internet kepada publik yang semakin luas. Pada akhir 1994, banyak orang mulai menggunakan browser. Tanpa dipicu penanaman modal, halaman web bertumbuh di internet. Setiap minat diwakili. Setiap hobi muncul. Karena mudah, semua orang bisa membuat halaman web.

Pada Agustus 1995, Nestcape melakukan penawaran saham publik. Orang berlomba-lomba ingin menjadi bagian dari kisah sukses ini. Saham Andreessen di perusahaan itu mendadak menjadi bernilai $100 juta. Padahal, ia belum pernah menulis satu baris kode program pun sejak bergabung di perusahaan itu.

Tetapi, kisah sukses itu segera dilibas Microsoft yang memunculkan Internet Explorer (IE). Bill Gates sadar bahwa masa depan perusahaannya bergantung pada kemampuan beradaptasi dengan internet, babak terbaru dari revolusi digital. Langkah Gates menjual IE satu paket dengan Windows memuat Nestcape mulai kehilangan pamor.

Nestcape–yang mendasarkan bisnisnya pada produk tunggal–berada di ujung tanduk. Perusahaan yang ikut meluncurkan ledakan internet itu malah tersesat sendiri. Ia tidak mempunyai sesuatu yang unik untuk terus memimpin pasar. Akhirnya, program Nestcape dibuka kepada publik, menjadi open-source. Kini, ia hadir kembali dengan nama Mozila yang mulai populer menggeser IE.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: