Seri 12: Lintas St Louis-Chicago

Artikel ini diambil dari milis IA-ITB yang ditulis oleh Andrianto Soekarnen, yang merupakan ringkasan bebas dari buku “Forbes Greatest Technology Stories: Inspiring Tales of the Entrepreneurs and Inventors who Revolutionized Modern Busines” karya Jeffrey S. Young. Artikel dapat juga dibaca di http://www.facebook.com/notes.php?id=635906551

Terlalu bersemangat menantang AT&T, MCI gagal genggam bisnis telepon seluler

Oleh Andrianto Soekarnen

Di suatu tempat, antara St. Louis dan Chicago, pada 1962, masa depan industri telepon mulai mendapat bentuk. Ide menyediakan jaringan telekomunikasi alternatif berasal dari John Goeken, seorang agen divisi radio mobil General Electric. Kebetulan, lelaki itu kadang-kadang menjadi pilot pribadi dan teknisi eletronik penerbangan.

Goeken banyak menghabiskan waktu menerbangi rute antara St. Louis dan Chicago. Cara paling mudah melakukan penerbangan bolak-balik itu adalah dengan mengikuti jalur jalan raya Interstate 55. Dari udara, Goeken dapat melihat deretan truk mondar-mandir di antara kedua kota.

Saat terbang, Goeken punya banyak waktu untuk berpikir. Ia mulai bertanya-tanya mengapa radio dua arah GE yang dijualnya tidak digunakan truk-truk yang melakukan perjalanan sejauh 300 mil itu untuk berkomunikasi dengan pangkalan. Memang, pada waktu itu radio dua arah GE hanya mampu bekerja dalam batas satu menara transmisi (kurang lebih 30 mil). Tetapi, pikir Goeken, ia dapat membentuk jaringan pemancar dan menara yang memungkinkan perpanjangan rentang komunikasi dari
radio dua arah itu.

Sebagai ahli elektronika, meski otodidak, Goeken yakin bisa mewujudkan idenya. Peralatan dan pemancar sudah banyak dijual di pasaran. Ia berencana untuk memasang deretan 10 hingga 11 pemancar di sepanjang Interstate 55.

Sebelum bisa menjalankan rencananya, Goeken menghadapi hambatan dari pemerintah Amerika Serikat dan American Telephone and Telegraph (AT&T). Pemegang monopoli jaringan telepon di AS tersebut (pada waktu itu) khawatir masa depan bisnisnya akan digerogoti sistem komunikasi Goeken.

Untuk menjalankan proyeknya, Goeken harus mendapat izin Federal Communications Commission (FCC). Pada Desember 1963, lelaki itu pergi ke Washington, menyewa pengacara berpengalaman dalam industri telekomunikasi, dan memasukan aplikasi. Ia meminta izin memasang jaringan gelombang mikro swasta dan menjual jasa tersebut kepada angkutan truk. Ia, dan beberapa mitranya, menamakan usaha mereka sebagai Microwave Communications Inc. (MCI).

Ketika aplikasi Goeken dibuka untuk mendapatkan tanggapan publik, AT&T mengajukan keberatan. Mereka menilai anggaran biaya Goeken sama sekali tak masuk akal. Lelaki itu mengajukan $1.000 untuk setiap menara yang akan dipancangkan. AT&T sendiri biasa menghabiskan $100.000 per menara. AT&T juga mempertanyakan kompetensi teknis Goeken. Banyak
kritik lain mengalir. Goeken harus menjelaskan secara logis satu per satu rencana bisnisnya. Proses ini membuat aplikasi Goeken tertunda-tunda.

Meski begitu, ia sampai juga pada tahap dengar pendapat formal. Tapi, pada waktu itu, Goeken sudah pailit. Ia menggantungkan hidupnya pada kredit dan mencoba menghindari penagih hutang. Toh, di awal 1968, ia mendapatkan lisensi yang lama diperjuangkannya. Semua upaya tersebut telah menghabiskan dana $100.000.

Dengan izin di tangan, Goeken masih harus susah payah mendapatkan penyandang dana, Bill McGrowan. Ketika sang investor bertanya berapa uang yang dibutuhkannya, Goeken hanya meminta $35.000, sesuai dengan utang yang masih harus dilunasinya.

Tetapi, McGrowan tahu akan potensi bisnis dari proyek Goeken. Ia membayangkan dirinya bersaing dengan raksasa AT&T sebagai penyedia infrastruktur komunikasi. Ia juga kenal banyak perusahaan yang membutuhkan jaringan komunikasi alternatif untuk pengiriman data antar kota. McGrowan berencana meluaskan jaringan awal Goeken pada 16 rute lain.

Goeken merasa tak nyaman dengan McGrowan yang terlampau bersemangat. Tapi, dengan cerdik, orang New York itu membiarkan Goeken mengurusi jaringan St Louis–Chicago sementara ia bergiat dengan rencana ekspansi ke 16 jalur baru tadi.

Bisnis tersebut kemudian memang berkembang dan mulai meyaingi layanan sambungan jarak jauh AT&T. MCI kemudian berhasil meluaskan jaringannya ke tingkat nasional.

Sayangnya, MCI terlalu bersemangat pada bisnis sambungan jarak jauh. Mereka lupa bahwa ide awal Goeken adalah mengembangkan komunikasi nirkabel bagi para pengendara truk, sebuah ide yang mengilhami komunikasi seluler. Akibat salah langkah ini, MCI luput menjadi bagian penting dari era telekomunikasi seluler.

One Trackback to “Seri 12: Lintas St Louis-Chicago”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: