Seri 13: Beli, Bangun, dan Jual

Artikel ini diambil dari milis IA-ITB yang ditulis oleh Andrianto Soekarnen, yang merupakan ringkasan bebas dari buku “Forbes Greatest Technology Stories: Inspiring Tales of the Entrepreneurs and Inventors who Revolutionized Modern Busines” karya Jeffrey S. Young. Artikel dapat juga dibaca di http://www.facebook.com/notes.php?id=635906551

Meski tak ahli telekomunikasi, Craig McCaw meraup untung besar dari bisnis seluler

Oleh Andrianto Soekarnen

Telepon seluler merupakan pengembangan dari radio komunikasi dua arah yang pada 1970-an dijual John Goeken melalui perusahaannya, Microwave Communications Inc (MCI) [lihat: Lintas St Louis-Chicago]. Dalam model radio komunikasi dua arah itu, sebuah menara pemancar dan penerima menangani semua panggilan di suatu wilayah tertentu. Hal ini membatasi ketersediaan saluran terutama jika diterapkan di wilayah perkotaan yang padat. Maka, kemudian
dikembangkan konsep bahwa suatu wilayah geografis tertentu dapat dibagi-bagi lagi dalam sel-sel yang lebih kecil lagi. Struktur ini memungkinkan lebih banyak percakapan ditangani secara bersamaan. Pesawat telepon pun hanya memerlukan pasokan daya (listrik) yang kecil karena daya jangkaunya cukup pendek. Kondisi ini menjadikan telepon benar-benar kecil dan mudah dibawa-bawa (portabel).

Ketika teknologi seluler siap dipasarkan pada awal 1980-an, Federal Communications Commission (FCC) segera mengeluarkan aturan lisensi telepon seluler. Badan tersebut menetapkan di setiap daerah metropolitan akan dikeluarkan 2 izin. Satu untuk Regional Bell Operating Companies (RBOC) yang merupakan divisi telepon lokal dari American Telephone and Telegraph (AT&T). Satu lagi akan dilelang kepada swasta. Di Amerika Serikat terdapat 306 Metropolitan Statistical Areas (MSA)

Waktu itu, tak ada penolakan terhadap keputusan FCC. Sistem telepon seluler sangat mahal untuk diimplementasikan. Sebagian perusahaan telekomunikasi tidak berminat memasuki bisnis dengan teknologi yang belum terbukti. Dalam putaran lelang awal, banyak lisensi diberikan kepada satu-satunya peserta.

Namun begitu, seorang penguasaha mampu mengubah bisnis ini menjadi menguntungkan dan menggiurkan. Sejak 1980, Craig McCaw telah memperhatikan perkembangan teknologi seluler. Ia yakin akan masa depannya.

Dari 1983 hingga 1987, McCaw menghabiskan sekitar $3,5 juta untuk membeli enam dari 30 izin MSA di Amerika, termasuk wilayah kota besar Seattle. Waktu itu, penetapan harga lisensi didasarkan pada jumlah populasi. Harga rata-rata per pop (orang dewasa yang tinggal di daerah itu) adalah $4,50. Sementara itu, dalam menilai suatu lisensi, McCaw menggunakan proyeksi tahun 1981 buatan AT&T. Dari angka itu, ia menyimpulkan bahwa setiap pop sebenarnya berpotensi bernilai $80.

Bankir yang mendukung McCaw sepakat dengan hitungan prospektif tersebut. Mereka tak hanya membiayai akuisisi yang dilakukan McCaw tetapi juga setuju menjadikan lisensi sebagai jaminan pinjaman. Dengan cara itu, McCaw terus membeli dan memperdagangkan lisensi kota-kota penting (termasuk San Francisco, Pittsburgh, Minneapolis, dan Denver) dengan harga murah.

McCaw membeli lisensi seluler dari siapa saja yang ia jumpai. Salah satu dari para penjual itu adalah pasangan Bill dan Hillary Clinton yang memegang lisensi Arkansas. Pada pertengahan 1980-an, McCaw membeli lisensi tersebut dengan harga $48.000. Pasangan Clinton sendiri hanya membayar $5.000 saat lelang dulu.

Aktivitas memborong lisensi ternyata tak hanya dilakukan McCaw. Akibat tingginya permintaan, di tahun 1986, harga pop telah meningkat menjadi sekitar $20. Tetapi, harga tersebut masih jauh di bawah proyeksi McCaw.

Setelah kerajaannya mulai menampakan daya tarik, McCaw membawa perusahaannya go public. McCaw Cellular berhasil mendapatkan suntikan dana $309 juta. Pada 1988, perusahaan tersebut telah mendapatkan 127 izin usaha telepon seluler yang mencakup populasi 47 juta jiwa. Saat itu, secara rata-rata, ia membayar $25 per pop untuk setiap lisensi.

Selain memburu izin, McCaw mulai membangun jaringan. Ia mendapat dana $1,3 miliar dari penjualan obligasi junk (surat utang beresiko tinggi) dan suntikan investasi sebuah konsorsium.

Pada 1992, iklim bisnis seluler mulai berubah. McCaw sadar bahwa bisnis membeli izin dan membangun jaringan telah usai. Ia harus menjadi pengelola jaringan, sesuatu yang bukan keahliannya. Maka, ia menjual 33% saham McCaw Cellular kepada AT&T seharga $3,8 miliar. Raksasa telekomunikasi itu kemudian bergerak lebih jauh dengan membeli sisa saham McCaw seharga $11,5 miliar.

Setelah sukses mengeruk untung dari bisnis seluler –yang sama sekali tak ia kuasai, McCaw terjun ke bidang bisnis baru, termasuk berkongsi dengan Bill Gates dalam bisnis satelit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: