Tuntutan Anak Generasi Kini

Azizah (4.5 tahun) yang kini duduk di sekolah TK kelas NOL kecil, mendapat tugas dari ibu gurunya untuk membawa buku halus. Kita tahu buku halus ini digunakan untuk belajar menulis sambung lengkap dengan huruf kecil dan besar (huruf gedrig? hehehe.. huruf gedrig itu apa yah? lupa). Bune yang pernah mengenyam pendidikan psikologi langsung berkomentar,”Kasihan amat, Azizah. Belum lagi disuruh hapalan, membaca dan menulis huruf latin dan arab, berhitung, dan kini harus menulis sambung”. Menurutnya, kegiatan di TK harusnya didominasi dengan permainan yang menstimulasi perkembangan kognitif intuitif, bahasa, sosial, rule, kreativitas, motorik (kasar dan halus), imajinasi secara seimbang.

Hehehe, tapi, bukannya itu berarti anak sekarang bisa jauh lebih pintar dari orang tuanya?? Bayangkan saja, generasi saya baru bisa baca tulis saat kelas 2 SD, lha ini belum masuk SD saja sudah harus bisa calistung. Namun, itu berarti ia dituntut dengan problem kognitif di tahap operasional konkrit dan juga berarti ia harus lebih dewasa 2 tahun dari usianya. Mudah-mudahan aspek perkembangan lainnya juga bisa turut mengikuti.

2 Komentar to “Tuntutan Anak Generasi Kini”

  1. Sekarang syarat masuk SD adalah : sudah bisa baca tulis!. Nah loh.

  2. kirain itu cuma isapan jempol saja, mas. ternyata memang udah merata gitu gitu yah… hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: