Terlalu Sering ‘Context Switching’?

Sering, saya coba buka tulisan lama yang berisi ide-ide produk, isinya hanya setengah jalan. Ide-ide telah dituangkan, namun implementasi baru sebagian saja yang dilakukan, sehingga saat ide tersebut relevan dengan kebutuhan sekarang, saya harus merunut lagi dari awal walaupun saya selalu menuliskan TODO dan STATUS. Ini cukup menyita waktu.

Awalnya memang bersemangat, ngoprek – ngopi, bisa nglembur semalaman, yang dilakukan di rumah setelah pulang kerja. Dan paginya, harus kerja. Jadi, paling tidak ada 2 thread. Saat jam kerja, otak diswitch ke tugas kerjaan, sedangkan setelah pulang kerja balik lagi untuk ngoprek mewujudkan ide, hehehe, tentunya setelah meninabobokan Azizah (rajin amat yah…., hehehe). Melelahkan… banyak ide yang terbengkalai.

Sedang butuh strategi baru, nih. Saran?

2 Komentar to “Terlalu Sering ‘Context Switching’?”

  1. Bisa dishare idenya, Mas?
    Siapa tahu bisa sinergi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: