Install-Fest Distro Linux Bareng Azizah :)

Semalam saat saya pulang dari Lab, Azizah langsung merengek ingin bermain game SuperTux. PC desktop di rumah yang disokong dengan prosesor Pentium 800MHz, memang sudah terinstall SlackWare jadul versi 10.2 dengan KDE desktop dan program-program game bawaan KDE dan GNOME, termasuk di dalamnya SuperTux. Azizah memang sangat suka bermain game tersebut.

Setelah makan malam bareng, saya bilang ke Azizah kalau saya punya rencana untuk menginstall dengan Linux yang baru. “Install itu apa?” tanya Azizah ingin tahu. “Install itu naruh program, seperti game dan program gambar, ke komputer, agar nanti bisa dijalankan oleh Azizah,” jawabku. Azizah sudah tahu apa itu program, game, xpaint dan editor teks , jadi dia manggut-manggut saja mendengarkan penjelasanku. “O, iya aku tahu,” celetuk dia. “Azizah juga mau lihat Bapak install,” lanjutnya.

Jadilah, saya sambungkan satu kabel IDE ke HDD dan 1 kabel lagi (secondary) ke CDROM. Maklum, komputer lama, tidak mendukung SATA. Linux yang akan diinstall adalah Mandriva 2006, cuman punya itu di rumah, hehehe. Tapi lumayan, kernel sudah 2.6.11, yang artinya USB device tidak akan rewel lagi kalau hotplug. 3 buah CD disiapkan. Komputer dinyalakan, HDD tidak dapat terdeteksi oleh BIOS. Mungkin kabel longgar. Kabel IDE primer dicabut dan dicolokkan lagi, dan HDD sekarang terdeteksi.

Sistem boot langsung dari CDROM. CD1 terbaca dan bootloader LILO keluar. Enter, terus memilih dan memformat partisi harddisk yang akan dijadikan root /, memilih paket yang akan diinstall. Mulailah installer mengekstrak paket-paket mandriva dan menginstallnya ke root.

Hari mulai larut malam. Jam dinding menunjukkan pukul 21.30. Azizah mulai mengantuk, sedangkan installer baru sekitar 10%. “Azizah tidur dulu yah,” katanya sambil menahan kantuk. Hehehe, ” Iya, tidur yah sayang,” jawabku sambil mengusap kepalanya. Untungnya komputer ada di kamar Azizah. Jadi pantaslah, saat instalasi telah selesai dan saatnya konfigurasi, nama “pc-azizah” dijadikan sebagai computer name. Azizah pun tertidur.

Pagi hari, saat terbangun, dia langsung berkata,”Bapak, pengen main game penguin, udah jadi kan”. Halah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: