Memakai IC Clock atau PLL Crystal?

IC Clock oscillator dan PLL dengan Crystal kedua-duanya bisa digunakan sebagai sumber clock dalam rangkaian digital, misalnya, rangkaian dengan prosesor, rangkaian TDM untuk audio atau lainnya. Nah sekarang, mana yang akan digunakan dalam desain kita?

Sebagian besar prosesor, mempunyai 2 opsi untuk sumber clocknya, dengan crystal atau clock eksternal (dengan ic clock oscillator). Berikut beberapa pertimbangan dalam menggunakan kedua komponen tersebut, yaitu harga (rupiah), kemudahan implementasi (layout), ketepatan/toleransi dan kestabilan(ppm). Namun, kedua-duanya perlu memperhatikan berapa kapasitansi load (CL) yang akan didrive (umumnya 15pF atau 22pF) karena akan berperan untuk menentukan rise-time dan fall-time dari sinyal dan selanjutnya menentukan laju bit maksimal yang bisa didapatkan.

IC clock oscillator menawarkan kemudahan, terutama dalam layouting, karena chip bisa ditempatkan relatif lebih jauh dari prosesor. Untuk board dengan tingkat kepadatan komponen tinggi (board kecil, komponen banyak), ini akan menguntungkan.
Chip tersedia dalam 4 atau 6-pin dengan clock dapat diatur dengan strobe enable, sehingga bisa digunakan misalnya untuk menghemat daya dengan mematikan clock saat idle (tentunya bukan clock untuk prosesor, hanya clock untuk peripheral). Kestabilan yang ditawarkan bervariasi dari 1-200 ppm. Untuk menambah Risetime/falltime (misalkan pertimbangan EMI), resistor seri 10-18 Ohm bisa ditambahkan. Hanya sayangnya, IC ini jarang tersedia di pasar elektronik Indonesia (khususnya Bandung). Susah mencarinya di sini, apalagi kalau untuk frekuensi tidak umum, misalnya 1.536MHz untuk TDM 24 kanal 8-bit. Harganya pun lumayan mahal. Untuk mendapatkannya saya harus menggunakan digikey atau mouser dengan harga $3-4 (qty 10). Belum lagi ongkos kirim, bea transfer, bea masuk, dll.

Untuk mengimplementasikan crystal oscillator untuk membangkitkan clock, hanya diperlukan 2 buah kapasitor (umumnya 10-22pF) dan 1 resistor (1-10M), dengan susunan rangkaian seperti contoh rangkaian berikut. Kestabilannya juga ok, mulai dari 1-100ppm. Hanya saja, crystal ini dalam layout harus ditempatkan sedekat mungkin dengan pin prosesor, sehingga untuk board yang padat, akan memerlukan perhatian (waktu). Kelebihannya, Crystal bisa didapatkan di pasar lokal dengan harga < $1, bisa menghemat $2 perboard.

Saya sendiri lebih memprioritaskan menggunakan crystal dahulu, dengan pertimbangan harga.

One Comment to “Memakai IC Clock atau PLL Crystal?”

  1. Pak, bisa minta info seri IC clock untuk f=2,56MHz

    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: