Azizah Bercerita

Saya dan Azizah, sudah memulai kebiasaan baru. Sebelum tidur, akan selalu bergantian untuk bercerita. Tentang apa saja, apa-apa yang ada dalam imajinasi kami. Azizah juga mengajak Bune ikut permainan ini, hehehe, tapi Bune selalu berkilah tidak bisa cerita. “Ibu, cerita yang gampang-gampang saja, yang pendek-pendek. Kalau Bapak dan Azizah mah sudah pintar cerita, jadi ceritanya bisa panjang.” bujuk Azizah.

Saat giliran saya bercerita, Azizah tampak serius mendengarnya. Namanya saja cerita lepas dan ngarang, nilai-nilai dan semangat saya masukkan. Pertama, cerita pangeran kodok yang suka bermanja-manja dan jahat ke orang-orang dan kemudian insyaf. Terus, perjuangan 3 anak untuk mencari ilmu, petualangan 3 pengiun ke 7 dunia, kisah penduduk desa yang kikir. Saat bercerita, tak segan-segan Azizah berkomentar. Jadi, panjang ceritanya.

Azizah pun tak kalah semangat saat tiba gilirannya untuk bercerita. Mulai dari cerita ikan lumba-lumba yang tersesat, si semut merah dan semut hitam yang sering berebut, serta kisah anak ayam dan si burung elang. Kalimat demi kalimat disusunnya. Apa yang ada diimajinasinya seolah ingin diungkapkan, walaupun masih banyak kata ‘terus.. terus… terus…’.

Setelah selesai bercerita, mulai berdoa sebelum tidur. Hehehe, mudah2an permainan ini bisa jalan terus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: