Membeli Sandwich Toaster

Sudah seminggu di rumah ada sandwich toaster. Hasilnya, hampir setiap pagi kami sarapan dengan sekerat roti panggang (sandwich) yang diisi dengan blueband plus coklat atau keju leleh/melt cheese atau selai strawberry kesukaan Azizah. Hehehe, Alhamdulillah.

Asal mulanya, kesukaan istri yang memanggang roti tawar isi di atas majic jar🙂. Kelihatannya enak sekali dan rasanya beda katanya. Blueband dan meses yang meleleh menambah kelezatan roti (selera). Hanya saja, perlu 5 sampai 10 menitan agar roti mulai mengeras.

Coba-coba lihat toaster di Borma, mmm survey harga. Toaster dijual mulai 210rb sampai 280rb rupiah. Akhirnya, sabtu kemarin jalan-jalan ke Ganda Wijaya (Cimahi). Mampir dari satu toko elektronik ke toko lain. Ketemu beberapa merek sandwich. Azizah mulai mengambil inisiatif. “Azizah mau toaster yang bisa bunyi ‘ting'”, serunya. Toaster berdiri seperti yang sering ia tonton di TV, yang kalau rotinya sudah masak akan keluar sendiri dan akan bunyi ‘ting’. Sedangkan saya dan bune lebih suka toaster yang bisa untuk memanggang roti isi / sandwich. Untungnya toaster berdiri sudah tidak ada yang jual😉. Jadi deh, kami tawar sandwich toaster di salah satu toko seharga 130rb rupiah. Hehehe, lumayan jauh lebih murah serta barangnya bagus dan kokoh…. Sekarang Bune tidak perlu memanggang roti di atas majic jar lagi. Azizah pun jadi suka membantu membuatkan sandwich untuk kami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: