Ketika Azizah Menangis

Azizah menangis. Tadi siang saat belajar naik sepeda roda dua, dia terjatuh dan kakinya sedikit lecet (sebenarnya hanya kulit luarnya / ari? yang agak mengelupas). Malamnya, saat hendak mengantar Bune periksa ke dokter, dia cuci kaki dan tanpa sengaja air yang diguyur mengenai lukanya. Dia menangis menghampiri saya.

Bune berujar, “Azizah nggak pernah nangis kalau bapak sedang di kantor”. “Saya terlalu memanjakan Azizah, sehingga Azizah lekas cengeng”, lanjutnya. Azizah sebenarnya anak yang tegar, tahan sakit. Asal dimotivasi, dia tidak takut disuntik untuk diambil sampel darahnya, diberi obat merah saat kulitnya luka. Bahkan, pernah saat demam tinggi dia tak menangis, hanya berujar pengen minum obat turun panas, duh.

Sehingga saya pikir nangisnya kali ini, mungkin ada sebab lain atau bahkan latah ikut-ikutan temannya. “Azizah kenapa?”, tanya saya menyelidik. “Perih”, jawabnya sambil terus menangis. “Coba sini Bapak lihat”. Dia menangis tambah keras, “Tidak mau”. Dengan sedikit bujukan, akhirnya saya bisa melihat kulit di bawah betisnya agak mengelupas dan basah seperti kena air. Ooo, ini dia sebabnya. Setelah dilap dengan tisu, dia pun akhirnya berhenti menangis. “Azizah nggak boleh menangis lagi yah, kalau sakit bilang sakitnya dimana. Kalau hanya nangis saja, sakitnya nggak bakal hilang.” Nangis nggak nangis rasa sakitnya sama, yang penting harus segera diatasi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: