Cuaca Bandung Tidak Menentu

Hujan lebat disertai petir dan halilintar, kerap menerpa kota Bandung (setidaknya di sekitar Tamansari) saat hari mulai senja baru-baru ini. Sudah tidak tahu lagi, bagaimana siklus antara musim penghujan dan musim kemarau.

Kalau sore hari mulai mendung, lewat jendela gedung PAU ITB lantai 4 saya memandang ke langit arah barat. Di baratlah ada cimahi, tujuan pulang saya. Seringkali saya lihat ada garis batas antara langit hitam (mendung) di atas bandung dengan langit putih kebiruan (cerah) di atas cimahi. Kalau itu yang terlihat, saya akan tetap meneruskan pulang walaupun di Bandung hujan lebat.

Seperti kemarin, hujan lebat diselingi petir dan halilintar memecah kota Bandung. Sangat deras, sampai khawatir di jalanan banjir dan motor mogok lagi.. hehehe. Tapi, sempat saya lihat langit di atas Cimahi, kok cerah yah. Jam 5.45, saya putuskan pulang saja, naik motor. Motor saya pacu membelah derasnya air hujan, biasa aja🙂. Jalan ganesha, jalan tamansari, jembatan layang dan jalan pasteur dilewati. Banyak pengendara motor yang berteduh di bawah jembatan, hujan masih sangat lebat. Sampai depan Giant Pasteur, jalanan kering, hanya tampak titik-titik air saja. Lewat gunung batu, cimindi dan leuwigajah, kering ring. Jas hujan yang saya kenakan sampai ikutan kering.

Bukan sekali ini saya alami. Mungkin hal ini kebetulan saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: