Koneksi Internet Desa

Nada optimisme diungkapkan oleh Bapak Menteri Komunikasi dan Informasi (Memkominfo) Prof. Dr. M. Nuh bahwa pada akhir tahun 2009 seluruh desa yang ada di Indonesia bisa terjangkau jaringan telekomunikasi bahkan terkoneksi dengan akses internet. “Paling lambat awal tahun 2010 semua masyarakat pedesaan termasuk desa terpenci sekalipun sudah bisa menikmati jaringan telekomunikasi bahkan internet. Dan mereka juga sudah bisa mengoperasikannya,” kata Beliau di sela-sela peresmian akses intranet di rumah pintar Universitas Brawijaya (UB) Malang. Menurut Beliau, untuk menyediakan jaringan (penyambungan) akses telekomunikasi dan internet tersebut disediakan anggaran sekitar Rp2 triliun pada tahun 2009.

Menkominfo berharap, setelah jaringan telekomunikasi tersambung di seluruh desa, yang menjadi pemikiran adalah keterjangkauan bagi masyarakat desa itu sendiri, sebab dari akses internet tersebut masyarakat bisa melakukan transaksi ekonomi antarmasyarakat. Selain menyiapkan sambungan atau jaringan telekomunikasi, katanya, yang tidak kalah penting adalah isi (content) dari jaringan internet itu sendiri terutama yang berkaitan dengan e-education dan e-health. Setelah semua desa tersambung dengan jaringan telekomunikasi dan internet, katanya, seluruh desa di Indonesia yang jumlahnya mencapai 72 ribu lebih itu ditargetkan memiliki rumah pintar lengkap dengan semua fasilitas penunjangnya termasuk jaringan internet.

Ia mengakui, saat ini Depkominfo bersama beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) yakni ITB, UI, ITS, Unair dan Unpad serta ITS tengah mengkaji dan meneliti pengaruh internet terhadap sosial, ekonomi dan budaya di lingkungan masyarakat. Penelitian tersebut, katanya, dalam kurun waktu enam bulan diharapkan sudah tuntas.”Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan sudah selesai agar hasilnya bisa dijadikan acuan bagi kita untuk mengambil langkah selanjutnya,” tegas M.Nuh.

Mudah-mudahan tercapai cita-cita kita bersama, pak. Solusinya sudah cukup lengkap: infrastruktur berbasis internet, layanan yang memberdayakan masyarakat (e-education, e-health, e-microeconomic). Nah, sekarang model bisnis operasionalnya seperti apa, yah? apa masih dimonopoli oleh incumbent, yang notabene wajib bayar USO. Tapi, mudah-mudahan langkah ini dapat memacu industri produk dan layanan nasional agar dapat berinovasi untuk dapat berperan serta lebih dalam memenuhi kebutuhan perangkat dan layanan ini.

Sumber: Antara news

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: