Penelitian Ilmiah dan Publikasi Jurnal

Penelitian didefinisikan sebagai aktivitas manusia berdasarkan intelektualitasnya dalam meneliti suatu masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan (discovering), menganalisis/menterjemahkan (interpreting) dan mengembangkan metode dan sistem untuk menambah kemajuan pengetahuan manusia[1]. Dalam melakukan penelitian, digunakan metode ilmiah, yaitu teknik untuk menginvestigasi fenomena, mendapatkan pengetahuan baru atau mengkoreksi dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. Metode ini agar disebut ilmiah, harus berdasarkan pada pengumpulan bukti-bukti yang dapat diamati (observable), empiris dan terukur (measureable). Metoda ilmiah ini berisi koleksi data yang berasal dari pengamatan, eksperimen, formulasi dan pengujian hipotesis. Metode ini dilakukan berdasarkan logika penalaran, azas berpikir yang lurus.

Dengan fungsi sebagai dasar filsafat dan sarana ilmu, logika merupakan “jembatan penghubung” antara filsafat dan ilmu, yang secara terminologis logika didefinisikan: Teori tentang penyimpulan yang sah, yaitu yang bertitik tolak dari pangkal-pikir tertentu yang kemudian ditarik suatu kesimpulan sesuai dengan pertimbangan akal dan runtut sehingga dapat dilacak kembali yang sekaligus juga benar.

Berikut dijabarkan tentang penelitian ilmiah dan publikasi hasil penelitian berupa jurnal yang berperan penting dalam kemajuan pengetahuan. Sedangkan untuk bahasan penalaran telah dituangkan dalam postingan sebelumnya: penalaran dan logika.

Penelitian Ilmiah

Penelitian didefinisikan sebagai aktivitas manusia berdasarkan intelektualitasnya dalam meneliti suatu masalah. Tujuan dari proses riset tersebut adalah untuk menghasilkan pengetahuan baru, yang dapat dikelompokkan menjadi 3 bentuk sebagai berikut (dimana batas antara ketiganya kadang tidak jelas):

  1. Penelitian eksplorasi, exploratory research, untuk membangun dan mengidentifikasi masalah penelitian baru yang belum terdefinisi secara jelas[2];
  2. Penelitian konstruktif yang terdapat di bidang ilmu komputer, constructive research, untuk membangun solusi terhadap masalah tertentu, berupa teori, algoritma, model, software atau sebuah framework baru[3]; dan
  3. Penelitian empiris, empirical research, untuk menguji feasibilitas solusi menggunakan bukti-bukti empiris[4]. Umumnya riset tersebut dilakukan menggunakan prosedur hypothetico-deductive[5];

Penelitian dilakukan umumnya menggunakan struktur penelitian model jam pasir[6]. Model ini dimulai dengan penelitian dalam spektrum/bidang yang luas, kemudian berfokus pada informasi yang dibutuhkan lewat metodologi proyek (seperti leher jam pasir), dan selanjutnya memperluas penelitian dalam bentuk diskusi dan pemaparan hasil.

Publikasi Jurnal Penelitian

Jurnal merupakan publikasi periodik untuk memperluas pengembangan sains, biasanya dengan melaporkan penelitian baru, yang berisi artikel yang telah di-peer-reviewed, untuk memenuhi standar kualitas jurnal dan kevalidan ilmu pengetahuan. Jurnal ini menyediakan pondasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, yaitu dalam komunikasi knowledge serta penyediaan rekam sejarah dan sumber dari pengetahuan terkini [7]. Publikasi dari hasil-hasil penelitian ini merupakan bagian penting dalam metode ilmiah.

Di bagian pengantar jurnal, dijabarkan 1) dasar rasional dari pekerjaan penelitian untuk mencapai suatu set objektif tertentu, serta 2) review literature dari penelitian terkait. Jika publikasi tersebut tersebut menjabarkan eksperimen atau perhitungan, maka isi jurnal harus didukung dengan uraian detail sehingga peneliti independen dapat mengulang kembali eksperimen atau perhitungan untuk melakukan verifikasi hasil tersebut. Inilah yang membuat jurnal ini berbeda dengan artikel lain, yaitu bahwa di dalamnya tidak hanya berisi hasil penelitian, namun juga detail bagaimana hasil tersebut diperoleh. Di bagian diskusi, diisi hasil dan signifikansinya terhadap penelitian lain dalam satu area penelitian.

alur_penerbitan_jurnal

Proses Penerbitan Journal

Sampai suatu penelitian dipublikasikan dalam jurnal akademis yang peer-reviewed, biasanya dilakukan dalam empat langkah (Gambar 1), yaitu: 1) peneliti mensubmit satu manuskrip artikel, 2) editor jurnal akan mengirimkan artikel tersebut ke setidaknya 3 reviewer yang terkualifikasi, 3) editor akan mengevaluasi hasil review dan menentukan apakah akan menolak atau menerima submission, 4) jika peneliti diminta untuk melakukan revisi, maka ia harus mensubmit kembali artikelnya[8].

Kriteria Jurnal

Terdapat 6 kriteria yang diperlukan untuk membuat suatu jurnal[9], yaitu 1) objectivity, 2) replicability, 3) importance, 4) competence, 5) intelligibility, dan 6) efficiency. Kriteria (1) dan (2) membedakan paper scientific dari paper lain.

Objectivity dapat didefinisikan bahwa suatu studi harus bebas dari bias peneliti. Ini merupakan kriteria utama dari pekerjaan ilmiah, sehingga pelanggaran terhadap kriteria ini harus mendapatkan perhatian yang serius dari peneliti. Bias ini dapat meliputi: bias terhadap peneliti dan bias terhadap bukti-bukti yang tidak dapat dikonfirmasi. Untuk mendapatkan objektivitas, dapat dilakukan dengan mensubmit jurnal dengan blind reviewer serta menggunakan hipotesis ganda.

Replicability berarti bahwa peneliti lain dapat melakukan reproduksi elemen kunci dari penelitian ilmiah. Hal ini dapat juga berarti bahwa duplikasi beberapa elemen kunci dengan variasi elemen lain. Tujuan replikasi adalah untuk menentukan bahwa hasil yang sama dapat dihasilkan oleh peneliti lain. Dalam hal ini, peneliti harus menyediakan keterbukaan penuh tentang metode dan data dalam papernya dan dokumen pendukung lainnya.

Importance dalam jurnal bisa berarti sebagai berikut:

  • Apakah problemnya penting?
  • Apakah hasilnya menambah signifikansi bagi pengetahuan yang telah ada?
  • Apakah paper akan mempunyai pengaruh terhadap pengambilan keputusan atau riset berikutnya?

Kompetensi meliputi hal-hal berikut:

  • Apakah metode riset telah mencukupi?
  • Apakah paper telah benar dalam menggunakan riset sebelumnya
  • Apakah analisis yang dilakukan bebas dari error?

Intelligibility berarti bahwa jurnal ditulis dan didefinisikan dalam kalimat yang jelas, atau disebut juga readibility, karena fungsinya sebagai alat komunikasi pengetahuan. Sedangkan efisiensi berarti bahwa penggunaan kalimat dalam jurnal sesingkat mungkin.

Referensi

[1] Wikipedia: Research. http://en.wikipedia.org/wiki/Research
[2] Wikipedia: Exploratory research. http://en.wikipedia.org/wiki/Exploratory_research
[3] Wikipedia: Constructive research. http://en.wikipedia.org/wiki/Constructive_research
[4] Wikipedia: Empirical Research. http://en.wikipedia.org/wiki/Empirical_research
[5] Wikipedia: Hypothetico-Deductive Model. http://en.wikipedia.org/wiki/Hypothetico_deductive_model
[6] Trochim, W.M.K, Research Methods Knowledge Base, 2006
[7] Wikipedia: Scientific Journal. http://en.wikipedia.org/wiki/Scientific_journal
[8] Reading Academic Journal Articles. http://www.brockport.edu/sociology/journal.html
[9] J. Scott Armstrong, Research on Scientific Journals: Implications for Editors and Authors, Journal of Forcasting, Vol.1, 83-104, 1982

4 Komentar to “Penelitian Ilmiah dan Publikasi Jurnal”

  1. Malam pak/bu yth..saya mau memperoleh jurnal tentang kredit pemilikan rumah yang berhubungan dengan suku bunga, plafond, angsuran, dan jangka waktu.
    Dengan kerendahan hati saya mohon bantuannya dari bapak/ibu jika berkenan dan membalasnya ke email saya. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

  2. Artikel yang bagus saya sangat suka.terima kasih =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: