Susahnya Menjadi Wasit Sepakbola Indonesia

Memang susah menjadi wasit sepakbola Indonesia. Dalam pertandingan pamungkas (final) Copa Indonesia antara Persipura FC dan Sriwijaya FC yang disiarkan secara langsung oleh TV1, tentu yang dipilih untuk memimpin adalah wasit yang paling kompeten, yang terbaik saat ini. Dan PSSI menunjuk wasit Purwanto untuk memimpin pertandingan bergengsi di Indonesia ini. Dan saya pun antusias untuk menyaksikan perhelatan olahraga sepakbola nasional ini.

Pertandingan yang dipimpin oleh sang wasit berjalan lancar sampai menit ke-59, dengan hasil sementara Persipura FC tertinggal terlebih dahulu 0-1 di menit 51 oleh tandukan Anaoure Obiora. Tragedi mulai terjadi delapan menit kemudian, saat Persipura mencoba membalas ketertinggalan melalui suatu serangan.

Kiper Ferry Rotinsulu maju menerjang Ian Kabes yang tengah membawa bola di dalam kotak penalti. Bola muntah hasil tabrakan itu pun disambar oleh seorang pemain Persipura dan membentur seorang pemain Sriwijaya. Para pemain Persipura mengklaim bahwa telah terjadi handsball. Namun, wasit Purwanto yang berada dekat dengan insiden tersebut melihat tidak ada handsball atau mungkin menilai tangan pemain Sriwijaya dalam keadaan pasif. Di TV, saya sendiri sih tidak jelas melihat apakah ada handsball atau tidak. Lagian di depan gawang juga masih ada pemain Sriwijaya lain yang siap menghalau bola.

Nah, keputusan wasit yang tidak memberi hadiah pinalti inilah yang memicu pemain Persipura protes. Wasit pun didorong-dorong oleh beberapa pemain (waduh kok gitu yah..). Wasit dengan segala kompetensinya pastinya lebih tahu aturan main sepakbola daripada pemain. Tugas pemain adalah hanya bermain sebaik-baiknya untuk timnya. Walaupun begitu, wasit masih bermurah hati dengan tidak memberikan kartu kepada pemain yang protes (atau mungkin sedang bersiap-siap mengeluarkan kartu kuning dan merah, tapi belum jadi keburu ricuh).

Kericuhan semakin menjadi, pemain Persipura mogok. Pertandingan berhenti sejenak. Penonton mulai jenuh dan bosan menunggu. TV1 langsung menampilkan iklan, dan saya pun mengubah channel ke GlobalTV untuk menyaksikan duel perebutan juara ketiga Piala Konfederasi, Spanyol lawan Afrika Selatan.

Walaupun Ketum PSSI membujuk ofisial Persipura untuk melanjutkan pertandingan, pemain Persipura memilih walkout. Pertandingan rupanya telah berhenti. Penonton dan pendukung Persipura kecewa. Dan Sriwijaya pun mempertahankan gelar juara Copa Indonesia.
Kalau Chelsea dan Didier Drogba serta John Terry harus menerima hukuman dari FIFA akibat protes pada wasit saat pertandingan liga Champion melawan Barcelona. Apa yah yang akan dilakukan oleh PSSI terhadap Persipura FC dan pemainnya?

Ayo dong, majulah sepakbola Indonesia.

:: Berharap pertandingan MU vs Indonesian Selection berjalan lancar dan menjadi momen kebangkitan sepakbola nasional::

7 Komentar to “Susahnya Menjadi Wasit Sepakbola Indonesia”

  1. emang PURWANTO GA BECUS,lihat aja PSMS di final tahun lalu,bnyk plnggran oleh sriwijya ga d berikan plnggaran,dan lebih anehnya setia dia yang selalu menjadi wasit,PSMS selalu kalah,disini kekalahan bukan murni karen kekuatannya tetapi kekalah mental yang sudah dilakukan oleh PURWANTO…..GANYANG PURWANTO!!!!

    bravo PERSIPURA & PSMS…

    • Itulah susahnya jadi wasit sepakbola Indonesia, kalau para pemain, penonton sudah merasa lebih tahu dan merasa berhak mengatur pertandingan.

      Mestinya para pemain dan ofisial tim yang bertanding (terlebih komentator dan penonton) bisa menghargai segala keputusan wasit Seperti halnya pemain yang berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk timnya, wasit pun pasti berusaha dengan segala kapasitasnya untuk memimpin pertandingan dengan seadil-adilnya.

      Memang saya gampang ngomong gini karena saya hanya penikmat bola. Tapi saya pikir apa yang bisa didapat dari aksi walkout ini?

  2. justru tulisan anda (edwidianto) menunjukan anda seolah-olah lebih tau.. saya setuju dengan arthure, tahun lalu PSMS yg jadi korban, tahun ini persipura. hanya karena alasan ini kita seolah-olah maklum dengan kondisi yg terjadi..

    pemilihan tempat yg tidak netral membuat wasit jd tambah ngaco. lihat pada babak pertama saja dihentikan ketika tendangan corner diambil persipura (br pertama kali lihat kali ini).. biasa nya tunggu bola bergulir ke lapangan tengah..

    PSSI tidak ada wibawa

    • Seperti halnya mas Waras dan pecinta sepakbola Indonesia lainnya, saya pun berharap laga final tersebut berlangsung full-time. Semua bekerja sesuai perannya. Pemain, wasit, ofisial klub, penyelenggara menunjukkan kapasitas terbaiknya untuk memperlihatkan ke publik bahwa inilah sepakbola Indonesia yang telah bangkit dan akan menjadi macan Asia, bahkan dunia. Dan itu sirna. Semua kecewa.

  3. kalo seluruh elemen sepakbola mw mengikuti peraturan, tentu tidak perlu ada kejadian seperti kemarin. Kalo wasit nya salah, dan itu disengaja, tentu harus mendapat sanksi berdasarkan peraturan yg berlaku. Setiap pemain harus menghormati keputusan wasit, itulah salah satu ciri fair play.

    • Yup.
      Walkout itu ngambek. Ngambek itu kayak anak kecil.
      Kalau mau jadi tim besar, contohlah Chelsea. Kalau masih mau jadi anak kecil, yah silahkan saja ngambek.

      Saat ini, Persipura adalah salah satu tim terbaik di Indonesia, harapan dalam pesepakbolaan nasional. Ayo, maju dong.

  4. sekarang tdk usah bnyak kmentar negatif tntang wasit. introspeksi diri. jwb pertanyaan saya. apakah anda sudah tau peraturan permainan sepakbola ada berapa pasal? klo tidak tau jngan kmentar macam2.lbh2 yg negatif. gk tau perturan kok nyalahkan wasit…..lucu bin ajaib org indonesia.terimakash.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: