Mengenal Resistor Array (SMD)

Dalam melakukan desain elektronik (terutama di fase desain layout) kadang kala ditemui requirement ukuran board yang harus kecil dengan relibilitas desain yang terjamin. Tentu saja ini memerlukan pemilihan komponen yang cocok (ukuran dan tipenya) dan layout yang ‘simple’, karena desain layout yang seringkas mungkin akan memberikan relibilitas yang lebih baik.

Seringkali dalam desain, kita memerlukan beberapa resistor pull-up/pull-down atau resistor seri di jalur berkecepatan tinggi (untuk mengatur risetime dan falltime / konsiderasi EMI, misalnya dalam desain mikroprosesor dengan clock yang cukup tinggi, 133 MHz). Resistor-resistor pull-up di suatu jalur paralel pasti membutuhkan setidaknya satu VIA throughole. Bayangkan jika banyak resistor pull-up yang dibutuhkan. Sedangkan resistor seri untuk jalur (misalnya) SDRAM 32 bit data, 23 bit alamat, akan diperlukan 55 resistor seri, plus untuk sinyal kontrol lainnya. Resistor-resistor ini akan memakan space board yang lumayan besar.

Bagaimana mengatasi ini? Untungnya ada resistor array/network untuk kedua tipe tersebut: 1) isolated untuk sistem bus/resistor seri dan 2) bussed untuk pull-up/pull-down.

Rangkaian resistor di dua tipe resistor array tersebut (misalnya dari CTS) adalah seperti dalam attachment gambar di bawah.

Keuntungan yang ditawarkan adalah 1) high density packaging dan 2) efisiensi placement komponen. Dengan resistor ini, space per resistor yang dihemat adalah sekitar 30% untuk 0603 dan 75% untuk 0805. Dan tentunya layout rangkaiannya lebih mudah daripada menggunakan komponen diskrit lainnya.

Ada 2 footprint/package dari resistor tersebut, yaitu concave dan convex. Saya tidak mengerti untuk apa dibedakan seperti itu, mungkin untuk menyesuaikan dengan perangkat assembly yang kita punyai.

Bagaimana membuat skematik (atau library) untuk resistor array ini di Kicad? Buat komponen baru dengan 4 parts perkomponen, yang masing-masing part terdiri dari 1 resistor dengan nomor pad yang berurutan sesuai datasheet. Memasukkan library ini ke skematik Kicad dapat dilihat dalam gambar.

Jadi, kalau dengan resistor array tersebut, mungkin kebutuhan space dan kemudahan layout dalam desain kita dapat dipenuhi.

3 Komentar to “Mengenal Resistor Array (SMD)”

  1. Nice info pak, bisa nambah pengetauhan tentang ELKA. maklum newbie

  2. Reistor array memang berguna klo kita buat tiny pcb 😀

  3. sesama praktisi elektronika.. saya senang bisa membaca artikel blog ini salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: