Rangkaian Oscillator Meissner

salah satu rangkaian meissner dibahas dalam bab 3 dari artikel PJKbook.pdf (url nya kalo tidak salah http://www.free-energy-info.co.uk/Chapt3.html). rangkaian ini diposting di youtube oleh seseorang dg ID TheGuru2You. gambar pertama dari rangkaian ini dalam bab tsb terdiri dari : – resistor 10 K
– variable resistor 10 K
– resistor 100 Ohm
– condensator 50 uF
– kumparan (L1 dan L2)
– kapasitor
– transistor NPN

(file image dari rangkaian tsb: Fig9.gif)

disana diterangkan bahwa, setelah suplai tegangan 12 DC dihubungkan ke titik2 input, akan dihasilkan osilasi scr terus menerus, walaupun setelah suplay 12 V diputus. frekuensi osilasi ditentukan oleh kapasitor (C).

saya mencoba mereplikasi diagram tsb, dengan komponen2 dari toko elektronika sbb : – condensator 50 uF –> diganti dg 47 uF, 25 V
– transistor D313
– kapasitor –> saya lupa berapa kapasitansinya wkt beli, bentuknya kotak warna kuning – kumparan 220 808
– komponen2 lainnya tetap seperti di gambar.

stlh dihubungkan dg suplay 12V, memang didapatkan osilasi, volt meter dihubungkan ke titik kaki2 kapasitor (C) jarumnya bergerak2.
namun, setelah suplai 12V diputus, ternyata osilasi juga berhenti (eksperimen belum berhasil)

dari penerangan di youtube, dijelaskan bahwa lilitan L1 tergantung dari kapasitansi C, dan lilitan L2 tergantung dari L1 dan transistor yg digunakan.
jadi kelihatannya ada komponen2 yg belum pas ukurannya, tapi bagaimana mengukur utk menentukan komponen2 yg tepat? mungkin ada teman2 yg sudah mencobanya atau bisa memberikan sharing knowledge nya.

3 Komentar to “Rangkaian Oscillator Meissner”

  1. lah kalo disimulasikan pake Pscipe gimana Pak Didik ? bener gak seperti itu..

    at least simulasi, gak keluar ongkos.. lebih murah ketimbang beli komponen

  2. Harus pake voltmeter yang internal resistancenya lebih gede kali, Mas Didik. Kl ga energy osilasinya abis dikonsumsi internal resistance voltmeter.

  3. Mas
    Rangkaian ini melanggar hukum fisika no 1 yaitu hukum kekekalan enerji : enerji tidak dapat diciptakan, hanya bisa dirubah dari bentuk satu ke bentuk lainnya
    Jadi kalau mengikuti hukum ini perubahan bentuk energi yg seharusnya adalah : energi listrik (baterai) menjadi energi gelombang (osilator) menjadi energi listrik yg mencharge baterai dan seterusnya.

    Masalahnya di alam nyata ( bukan alam youtube🙂 ) perubahan bentuk dari suatu bentuk energi ke bentuk energi lainnya tidak pernah efisien 100% (bahkan jauh dari 100%)
    Jadi energi listrik dari baterai 12 V ke rangkaian osilatorpun akan mengalami banyak “diskon”, seperti hambatan kabel, panas di inti trafo/kumparan dan lain2
    Dengan demikian kalaupun oada rangkaian di atas ada “charger” baterai, maka arus chargenya tidak akan sebesar arus pasokan sebelumnya.
    Apalagi pada rangkaian di atas tidak feedback itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: