Awas Rem Blong…

Drum brake (Wikipedia)

Drum brake (Wikipedia)


Kita semua tahu bahwa rem (rem kaki maupun rem tangan) merupakan bagian sangat penting di kendaraan kita, khususnya mobil. Keselamatan berkendara akan tergantung pada komponen ini, terutama saat rem secara intensif harus digunakan misalnya di jalan berliku dan jalanan macet seperti Bandung :). Tidak berfungsinya rem akan berakibat fatal. Tapi, kadangkala perawatan rem luput dari perhatian. Apa saja yang perlu diperhatikan dari rem ini?

Memang, rem ini jarang ngadat. Di mobil Civic ’77 saya dengan keempat rem roda menggunakan tromol (alias drum brake), hanya ditemui masalah minyak rem yang kurang. Sebab berkurangnya minyak rem, yaitu klep yang bocor (merembes) di salah satu tromol telah diperbaiki. Sekarang minyak tidak bocor lagi, namun untuk jaga-jaga setiap hendak berkendara, tak lupa minyak rem diperiksa.

Permasalahan lain yang sering timbul adalah rem tidak makan (atau tidak pakem), dan harus dikocok untuk mengerem. Orang bengkel bilang ada angin palsu di saluran minyak. Rem tromol memang bekerja menggunakan prinsip hidrolik, dengan minyak sebagai medianya. Jika ada udara ‘terperangkap’ di minyak, tentu saja akan mengurangi cengkraman rem. Angin ini harus dikeluarkan. Walaupun mengerti bagaimana menyetelnya, saya biasanya minta montir bengkel untuk memperbaiki ini, hehehe karena biasanya butuh 2 orang untuk menyetelnya.

Satu lagi kasus, saat berkendara tiba-tiba rem injak blong. Waduh, panik. Apalagi jalanan di Cimahi sedang padat-padatnya dan merayap. Saya langsung menepi dan menggunakan rem tangan untuk mengerem. Periksa tempat minyak, yang untuk rem belakang habis. Periksa ban belakang, di sebelah kiri dalam basah, seperti kena minyak. Melongok ke bawah, benar saja pipa minyak patah. Patah? waduh nggak ngerti kenapa pipa besi ini bisa patah. Akibatnya saat menginjak pedal rem, pasti minyak akan menyemprot dari ujung pipa.

Pelan-pelan mobil saya jalankan untuk mencari bengkel. Rem tangan menjadi andalan. Tidak berani kencang, takut nanti nge-drift :). Menuju bengkel besar di Cimahi, telah tutup. Minggu gini biasanya buka. Menuju bengkel langganan, sedang banyak pasien, dan dibilang montirnya mungkin nggak sempat ngegarapnya hari ini. Terpaksa mobil dibawa pulang. Di rumah, saya coba buka ban belakang. Saya copot pipa minyak yang patah. Trus, hari ini, onderdil saya beli. Lumayan murah, hanya 10rb. Besok pagi, tak coba pasang, ah. Hahaha, kok jadi curhat 🙂

Masalah lain adalah di central rem. Biasanya terjadi di mobil yang jarang digunakan, dan dengan kondisi minyak rem yang kurang. Di mobil lama, masalah ini terjadi, yang menyebabkan rem tidak makan, walaupun minyak penuh, dan rem telah disetel. Central rem yang malfunction. Disarankan diganti, tapi mahal :(.

Yup, walaupun jarang masalah, sebaiknya kita selalu mencek kondisi rem mobil kita sebelum berkendara, periksa apakah minyak rem cukup, serta rem telah ok.

Iklan

3 Komentar to “Awas Rem Blong…”

  1. Berapa sebetulnya standar torsi yang layak untuk rem suatu kendaraan?

  2. Hehe.. sepertinya perlu definisi rem pakem vs rem blong nih. Misal, rem pakem itu kalau dari kecepatan 60 kmh harus bisa mengerem ke 0kmh dalam jarak 30 m maksimum 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: