Rangkaian A/D Converter di AT91SAM9

A/D Converter (atau ADC) mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, yang umumnya digunakan di aplikasi sensor. Sinyal analog biasanya berasal dari tranducer, misalnya transducer suhu, tekanan, kecepatan, mikrofon, dll. Proses yang dilakukan adalah sampling, kuantisasi dan pengkodean. Kuantisasi dan pengkodean sering disebut kompanding, misalnya A-Law, uLaw seperti yang kita kenal di pemrosesan sinyal percakapan. Di prosesor AT91SAM9G20 disediakan 4 channel ADC (AD0-AD3), yang termultipleks di PIO C dengan peripheral lain. Resolusi yang disediakan tiap kanal adalah 10-bit dengan konversi linear. Dengan tegangan analog input range full-scalenya 0 – 3.3V, step tegangan inputnya adalah sebesar ( 3.3 / 2^10) V = 3.22mV. Throughput rate maksimal 95 ksps (kilo sample persecond).

Di AT91SAM9, supply daya untuk ADC ini disediakan dari VDDANA dan GNDANA. Nilai VDDANA adalah 2.4V – 3.3V. VDDANA ini diisolasi dari VDD 3.3V digital (high frequency) dengan menggunakan filter ferrit. Tegangan input fullscale ditentukan dari pin ADVREF. Dalam kasus ADC tidak digunakan, ADVREF dihubungkan dengan GNDANA untuk meningkatkan efisiensi daya. Untuk memberikan range fullscale sampai 3.3V, ADVREF ini dihubungkan dengan VDDANA. Saya lebih memilih ini. Jika tegangan keluaran fullscale tranducer kurang/lebih dari ADVREF, maka rangkaian kondisioner (amplifier/pembagi tegangan) bisa dipasang untuk menambah akurasi.

Rangkaian untuk blok ADC di AT91SAM9 ini adalah sebagai berikut:

Power untuk ADC di AT91SAM9

Power untuk ADC di AT91SAM9

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: