Deadlock!

Seperti biasa, jam 17.30 saya mulai beranjak untuk pulang. Dari lab Desain ITB ke Cimahi, seringkali ditempuh selama 45 menit menggunakan motor, sehingga diperkirakan akan sampai rumah jam 18.15. Tapi perhitungan saya meleset.

Saat menuruni tangga dari lab desain di lantai 4, listrik di PAU mendadak padam sewaktu saya baru sampai di lantai 2 (Hiiii, serem). Bukan itu! Tidak ada yang istimewa, kok. Biasa, ada pemadaman listrik. Aliran listrik di ITB mati, pun demikian dengan aliran di daerah sekitarnya sperti biasanya. Termasuk tamansari.

Dan benar juga, sepanjang jalan Tamansari, lampu di toko, fotokopi, warung kaki lima, padam. Lebih parah lagi, lampu lalu lintas pun ikut mati. Nah, ini yang seru.

Bisa dibayangkan jam segitu dapat dikatakan jam sibuk pulang kerja, baik dari arah barat (Pasteur dan Cihampelas), dari utara (ITB, Cisitu, Siliwangi), dari timur (Dago), maupun dari arah selatan (unisba, diponegoro). Semua menyatu di satu titik di perempatan bawah jembatan layang, baik yang bersepeda motor, pakai mobil maupun angkotan. Parahnya lampu lalu lintas yang mengatur giliran lewat, mati! Duh.

Lalu lintas deadlock. Tidak ada yang bisa bergerak. Di tengah jalan mobil-mobil saling berhadapan tidak ada yang mau mengalah untuk memberi jalan. Sepeda motor pun yang biasanya dengan sigap mencari celah, tidak bisa berkutik. Deadlock!. Klakson saling bersahutan. Sesekali sepeda motor mencoba mencari celah, walaupun harus kena omelan pengemudi mobil. “Dilarang beli premium, baru tahu rasa lu!”, mungkin itu yang terucap (su’udzon aja nih, nggak ding, itu hiperbolik aja).

Biasanya saya belok kanan di perempatan tersebut. Tapi melihat lalu lintas macet, saya lebih memilih memutar dengan berjalan berlahan-lahan di tepi kiri (red: mlipir), baru di pertigaan Balubur saya memutar balik kanan (hehehe, mungkin karena saya cenderung nggak mau konflik yah). Tapi, itu cukup berhasil. Sementara yang terjebak macet di tengah masih silih berganti membunyikan klakson, saya sudah berlenggang naik ke jembatan layang, bye.. bye.

Perjalanan selanjutnya relatif lancar. Sempat mampir di depan Alfamart Gunung Batu untuk membeli Awug (orang rumah banyak yang suka sih: Bune, Azizah, dan saya). Dan saya tiba di rumah terlambat 15 menit dari perkiraan semula. Jadi, jam berapakah saya tiba di rumah? (Hehehe, kayak acara kuis aja).

One Comment to “Deadlock!”

  1. Wah sama dong dengan kantorku, listrik juga mati pada jam itu. Cuman saya ngga kena macet, jalan-jalan dulu ke BTC dan GIANT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: