Tagihan Telepon Rumah Membengkak

Penasaran juga bagaimana PT. T*lkom sebagai satu-satunya operator telepon kabel di Indonesia menghitung tagihan telepon rumah dan melayani pelanggannya.

Tagihan telepon rumah bulan April lalu melonjak. Kalau sebelumnya hanya sekitar 70rb-an (64,8rb) sekarang lebih dari 100rb. Tidak pernah sejak pasang telepon 2009 silam, tagihan lebih dari 70rb. Duh, biayanya buat apa saja sih? Sepertinya pemakaian juga jarang, tidak ada yang berlebihan, karena memang males nelpon dengan telepon kabel ini, nggak bisa ngecek berapa sih yang tarifnya. Kalau dilihat, tagihan ini hampir sama dengan tagihan listrik yang ‘hanya’ 110rb perbulan dengan pemakaian 24-jam full non-stop (kecuali aliran mati), yang selalu diprotes kalau ada rumor tentang kenaikan TDL. Ini T*lkom ‘luar biasa’ yah, bisa meraup laba yang WOW, tanpa perlu berhadapan langsung dengan publik.

Sebenarnya ada satu yang istimewa bulan lalu. T*lkom mengadakan program yang akan membebaskan biaya abonemen. Heh, masih ada abonemen yah? Ya iya lah, 32.5rb perbulan harus dikeluarkan pelanggan untuk biaya abonemen. Program ini membebaskan pelanggan dari biaya abonemen. Masa sih? simak dulu yah.

Memang, untuk telepon rumah, T*lkom harus menyediakan ‘battery feeding’, mengalirkan arus ke telepon. Worst casenya adalah saat ringing dengan tegangan tip-ring peak 76V dengan arus rata-rata 35mA, sehingga daya output maksimalnya adalah 2.9W. Ini jauh lebih besar daripada daya offhook (keadaan saat telepon aktif, saat telepon dipakai) yang hanya sekitar 0.46W, apalagi kalau sedang onhook (telepon tidak digunakan) yang pasti lebih kecil lagi. Sekarang worst-casenya, andai telepon saya RING terus🙂, maka dalam 1 bulan daya yang diserap adalah 2.9W * 30 hari * 24 Jam = 2kWh. Kalau 1kWh TDL-nya Rp. 250, berarti harusnya kita hanya membayar 500 perak. Jadi, abonemen ini buat apa yah?

Nggak tahu namanya itu promosi atau ada tujuan lain, T*lkom menelepon menawarkan program paket tagihan tetap baru. Dan seperti biasa, tidak ada yang transparan, bagaimana ketentuannya, cek aja. Hanya ditekankan bahwa ini adalah free abonemen, tapi tagihan minimal 65rb.

Ok, lah. Diambil, hitung-hitung daripada untuk membayar abonemen lebih baik untuk membayar pulsa pemakaian. Tapi ternyata perhitungan meleset, tagihan jadi membengkak lebih dari 100rb. Coba cek ke 109, pemakaian SLJJ dan mobile tak lebih dari 60rb. Dan masih ada abonemen. Coba menelpon 147, dijelaskan paket program belum berlaku karena registrasi lewat tanggal 1 April, sehingga abonemen tetap harus bayar. Tapi saya juga harus menanggung setengah biaya paket tetap sebesar 32rb-an. Total plus PPN 10% sebesar 105rb. Duh. Protes?

Tanya, apa sih sebenarnya paket tagihan tetap ini. Baru dijelaskan bahwa paket ini adalah tagihan tetap Rp. 65rb, bebas abonemen, gratis telepon SLJJ sampai 7 menit. Selebihnya tetap bayar. Kalau dihitung normal, biaya 65rb= 32.5rb abonemen + 32.5rb pemakaian. Dan ini diganti dengan biaya tetap 65rb untuk mendapatkan free abonemen + gratis telepon SLJJ sampai 7 menit. Wah, ini sih memang tujuannya “pendekatan target penjualan” seperti yang tercantum dalam paparan program. Ada-ada saja nih T*lkom. Dan memang saya nggak cermat nih. Benar kata saudara, buat apa memasang telepon rumah, mahal, mending beli HP trus biaya abonemen buat beli pulsa.

Makanya nggak sabar pengen ngecek tagihan bulan Mei ini. Sudah semingguan telpon terus ke 109, mesin menjawab kalau tagihan sedang diproses. Coba lihat ke infobill.*.com, nomer id pelanggan yang diberikan oleh CS tidak valid (saya selalu membayar lewat ATM, sehingga tidak pernah tahu id pelanggan yang mestinya tercantum di kuitansi). Duh, berapa yah tagihannya? Kalau lewat dari 100rb lagi, mending cabut aja nih dari program ini😦. Ada yang mempunyai pengalaman serupa?

20 Komentar to “Tagihan Telepon Rumah Membengkak”

  1. wah mas eko … pokoknya mah telkom itu seenaknya naikin tarif tanpa pemberitahuan … jangan kaget ajah tagihan naik, mana sering banget dia nawarin promo yang enggak masuk akal. seperti sebulan 100 ribu … yang jujur ajah malah lebih merugikan konsumen😦

    • Memang nggak wajar, mas. Saya sudah dapat list rincian biayanya untuk pemakaian Mei. Dengan paket tetap 65rb, saya dapat potongan abonemen 32.600, potongan SLJJ 15.787, potongan lokal 4000. Yang artinya saya harus nombok 12rb-an (65rb – 32,6rb – 15,787rb – 4rb). Pelanggan bukannya untung, malah buntung. Duh… Cabut ah. Nggak fair sih.

  2. Saya mah ngga berminat pasang fixed line TELKOM. Keuntungganya cuman bonafid, bisa pasang fax, bisa ngutang ke bank. Lebih baik pakai HP saja deh. Kalau itungan pulsa HP ngawur neko-neko yah ganti operator lain.

  3. Saya bolak balik ditawari tentang tagihan tetap itu..terus saya balik bertanya, apa perbedaannya dengan yang abonemen. Si mbak menjelaskan keuntungan tagihan tetap…tanpa menjelaskan beda dengan sebelumnya. Saya akhirnya berpikir, bahwa cara telkom mendidik marketingnya kuranglengkap….mestinya dia menjelaskan secara transparan, dan mengajarkan pada pelanggan, perbandingan masing-masing hal tsb.

    Suatu ketika pembantuku lapor, katanya ada telpon dari Telkom, bahwa rumahku dimasukkan program tagihan tetap. Saya langsung telpon Telkom, saya ancam akan saya gugat, karena jika pelanggan setuju…seharusnya menandatangani berita acara, tidak telpon ke pembantu. Lagipula saya tak ada masalah selama ini dengan abonemen…yang penting saya nyaman memakainya.

    Belakangan, banyak keluhan di media masalah tagihan tetap ini.
    Pembelajarannya, perusahaan sebaiknya memberi pelatihan dulu pada bagian marketingnya, sehingga tak menimbulkan masalah.

  4. Saya ada pengalaman soal ini, saya sudah minta di stop program tagihan tetap ini melalui 147, tetapi bulan berikutnya ternyata belum distop. Saya telpon 147 katanya stop program tdk bisa lewat telpon, harus ke kantor telkom, saya pikir ini aneh. Saya baru tahu kalau ternyata mereka menggunakan rekaman sebagai bukti hukum persetujuan program. Trus bagaimana kalau yang terima telpon pembantu he he?

    Akhirnya saya tulis email ke web pusat mengenai hal ini dan mereka jadi kalang kabut kwkwkw

    • Saya sudah bisa mencabut program tagihan ini lewat telepon, mas. Saya bilang programnya sama sekali tidak bermanfaat (bahasa halusnya). Dan memang itu ‘strategi’ untuk menarik uang lebih dari pelanggan. Saat ikut program tagihan bulanan mencapai 120rb-an, setelah dicabut tagihan ‘hanya’ 80rb. Jadi, bagi Anda yang ikutan program ini, sebaiknya minta cabut aja. Dari itung2an kasar saja sudah merugikan. Duh. Banyak yah modus menjebak seperti ini sekarang.

  5. Bulan Mei 2010 saya sudah mencabut Layanan Tarif Flat di Plaza Telkom Kepanjen Malang, katanya bulan Juli baru bisa tarif lama karena tagihan bulan Juni sedang berjalan, Bulan Juli saya bayar tagihan via outlet umum yg sekarang banyak bertebaran di mana – mana tanpa ada rincian tagihan yg jelas, Bulan Agustus saya bayar di telkom ehhhh …………… alangkah kagetnya ternyata tarif Flat masih berlaku, SIALAN telkom , merugikan pelanggan dengan trik yg cantik, apalagi buat pelanggan di desa seperti kami yg notabene gak mengerti bahasa2 INDAH yg di lontarkan telkom….

  6. Benar Bro, Telkom memang curang benar,……..Bulan Juni 2010 Tagihan cuma 37Rb-an termasuk Adm.Bank, Karena Telp. Saya memang hanya untuk jalur Speedy, Jadi Pemkaian sama sekali gak ada, eh….Tagihan Bulan Juli Rp. 87.500 dan Agustus Rp.85.038 padahal gak pernah dipakai….
    Kalau begini terus mending cabut aja deh…, Pake Smart aja deh interntnya.

  7. saudara saya mengalami hal yang sama, langsung datang ke CS-nya. Saat itu juga minta diganti selisih uang yang sudah ‘dicuri’ sama telkom. Jadi untuk pelanggan yang sudah merasa dirugikan, jangan segan2 datang dan meminta uang kita sendiri, rame2 datang ke CS biar mereka tahu bahwa program ‘siluman’ yang mengganti abonemen secara sepihak SANGAT MERUGIKAN PELANGGAN.

  8. Betul, malahan saya kena yg 100rb selama 2bulan. Padahal nggak dipake samasekali.

    setelah saham telkom dibeli sama asing antek2 y*hu*i, cara berbisnis mereka menjadi sangat kotor, jorok, ,rakus, menjijikkan dan penuh siluman penyedot pulsa, pemberi denda, dsb.

    saya langsung memutus sambungan telepon saya sebagai pelajaran buat bisnis kotor mereka. Mudah2an yg lain bisa mengikuti…

    masih banyak operator yg murah, jujur, dan bagus layanannya…

    telkom… hoek…

  9. ikutan cabut telkom rumah ah…. gak dipake kena 75ribu terus
    ini sama aja ngumpanin mereka

  10. pengalaman saya juga sama. di rumah kami telpon jarang di pakai. tapi knapa tagihan nya sampai tujuh puluhan Ribu.?. PT TELKOM yg terhormat tolong di jelas kan kenapa bisa begitu.

  11. iya sama pengen putus juga deh. 2 bulan gak dipake krn rusak jaringan. eh tagihan melonjak

  12. ikutan putusin hubungan sama telkom penipu ahhh dari pada sakit hati

  13. emang licik banget telkom cari duitnya”HARAM” mereka sdh tau kiita protes tp cuek aja menipu org awan yg lain…bakarr…tutuppp

  14. GW SAMPE 1,6 JUTA GAN !
    GILA EMANG WTF ASLII

  15. kalau gak terkekang karna kebutuhan internet speedy mkn saya udah hengkang meninggalkan telkom. urusan ama telkom kayaknya gak ada untungnya, rugi terus mengancam. klau tdk tertolong speedy mkn telkom dah bubar. oalaah telkom telkom….. kepet

  16. mau bagi cerita jug nih, saya tertarik dengan program indiehome, katanya pemakaian hanya 350 rb/bulan ternyata selesai registrasi dengan paket yg paling minim ( 10mbps tanpa punya telpon rumah) ketika di telpon operator 350rb baru abodemen plus 50rb untuk sewa dekoder plus biaya pemasangan 75rb jadinya awal pakai di hitung hitung belum pakai sudah 475rb bagaimana dengan pemakaian misal sebulan 100rbplus biaya dekoder 50rb plus abnodemen 350rb
    jadi perbulan bisa 500rb wah ini sama aja dengan pakai paket internet di modem selama 5 bulan, ya pastinya kenceng dan anti lola kalau 500 ribu /bulan……dan bingungnya gimana batalin registrasinya ya…..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: