Archive for ‘Harmoni keluarga’

Juni 23, 2010

Seberapa Cepatkah Internetmu?

Penasaran dengan leletnya internet dalam mengakses situs authorstream untuk melihat file-file presentasi, saya coba test koneksi dengan speedtest.net dari Bandung ke server Singapura. Hasilnya: ping 492ms, download 0.32Mbps, dan upload 0.15Mbps. Koneksi dengan RTRW-net dengan speedy paket 700rb (1 Mbps?). Wajar nggak sih?

speedtest result

speedtest result

Juni 13, 2010

Tagihan Telepon Rumah Membengkak

Penasaran juga bagaimana PT. T*lkom sebagai satu-satunya operator telepon kabel di Indonesia menghitung tagihan telepon rumah dan melayani pelanggannya.

Tagihan telepon rumah bulan April lalu melonjak. Kalau sebelumnya hanya sekitar 70rb-an (64,8rb) sekarang lebih dari 100rb. Tidak pernah sejak pasang telepon 2009 silam, tagihan lebih dari 70rb. Duh, biayanya buat apa saja sih? Sepertinya pemakaian juga jarang, tidak ada yang berlebihan, karena memang males nelpon dengan telepon kabel ini, nggak bisa ngecek berapa sih yang tarifnya. Kalau dilihat, tagihan ini hampir sama dengan tagihan listrik yang ‘hanya’ 110rb perbulan dengan pemakaian 24-jam full non-stop (kecuali aliran mati), yang selalu diprotes kalau ada rumor tentang kenaikan TDL. Ini T*lkom ‘luar biasa’ yah, bisa meraup laba yang WOW, tanpa perlu berhadapan langsung dengan publik.

Sebenarnya ada satu yang istimewa bulan lalu. T*lkom mengadakan program yang akan membebaskan biaya abonemen. Heh, masih ada abonemen yah? Ya iya lah, 32.5rb perbulan harus dikeluarkan pelanggan untuk biaya abonemen. Program ini membebaskan pelanggan dari biaya abonemen. Masa sih? simak dulu yah.

read more »

Juni 12, 2010

Menunggu GOL

Hari Jum’at pagi sebelum pertandingan perdana Piala Dunia 2010 antara tuan rumah Afrika Selatan melawan Meksiko, saya menulis di twitter prediksi skor pertandingan 3-1 untuk kemenangan Meksiko. Saya yakin Meksiko akan menang. Yang ini bergaya ala komentator sepakbola yang sering muncul di acara siaran langsung bola 🙂

Malam harinya, setelah berebut dengan Bune yang ngotot ingin menonton Opera van Java, akhirnya TV berhasil dipanteng ke siaran langsung piala dunia. Jalannya pertandingan, awalnya monoton. Kemudian pertandingan semakin panas dan Carlos Vela sempat menceploskan bola ke gawang. Sayang gol tersebut dianulir karena Vela dianggap offside. Pertandingan terus berjalan, tidak ada protes berlebihan dari pemain maupun ofisial tim Meksiko, salut. Babak pertama disudahi 0-0.

Di babak kedua, Afrika Selatan membuka skor 1-0. Hehehe, dapat deh angka 1 untuk Afsel. Menit demi menit berlalu. Duh, kok meksiko belum mencetak gol juga. Baru di menit ke 79, Marquez menyamakan kedudukan 1-1. Tinggal nunggu 2 gol lagi nih agar prediksinya nembak. Menonton pertandingan 10 menit terakhir, saya merasakan sensasi yang beda. Apalagi, melihat aksi-aksi dos Santos. Berharap gol Meksiko berikutnya lahir. Tapi, hingga peluit pertandingan selesai dibunyikan, kedudukan tetap 1-1.

Meleset! Tadinya kalau nembus bakalan saya tulis nih dengan headline besar :D. Tapi, nggak papa, bukan itu intinya. Sensasi nonton yang beda itu yang asyik. Korsel vs Yunani, Argentina vs Nigeria, Inggris vs USA?

Juni 6, 2010

Empal Gentong

Empal Gentong (detik)

Empal Gentong (detik)

Sungguh, ini tidak ada hubungannya dengan Linux 🙂

Tumben nih topiknya tentang masakan: empal gentong asli Cirebon. Ini bentuk apresiasi saya untuk Bune yang telah menghidangkan masakan yang lezat. Baru pertama kali saya makan hidangan empal gentong beneran, biasanya sih cuman makan I*domie rasa empal gentong saja. Dan yang ini, beda, yammi kata Azizah.

Sebenarnya hidangan empal gentong ini untuk ibu-ibu arisan sabtu kemarin saat kami ketempatan.

Ide membuat empal gentong, katanya sih terinspirasi saat resepsi pernikahan di tempat saudara. Ada stand yang menyediakan empal gentong yang eunak.

Nah, dari situ, mulailah Bune mengumpulkan resepnya. Browsing di internet beberapa resep membuat empal gentong diperolehnya, di antaranya dapur bunda, resepmasakanmu.com, inilah.com dll.

Setelah dirasa cukup ilmunya, bahan-bahan dan bumbu mulai disiapkan. Lontong ukuran besar mulai dipesan. Dan di hari Sabtu itu, masakan empal gentong dihidangkan. Hmmm, yammi :D. Terima kasih, bune.

Juni 3, 2010

Deadlock!

Seperti biasa, jam 17.30 saya mulai beranjak untuk pulang. Dari lab Desain ITB ke Cimahi, seringkali ditempuh selama 45 menit menggunakan motor, sehingga diperkirakan akan sampai rumah jam 18.15. Tapi perhitungan saya meleset.

Saat menuruni tangga dari lab desain di lantai 4, listrik di PAU mendadak padam sewaktu saya baru sampai di lantai 2 (Hiiii, serem). Bukan itu! Tidak ada yang istimewa, kok. Biasa, ada pemadaman listrik. Aliran listrik di ITB mati, pun demikian dengan aliran di daerah sekitarnya sperti biasanya. Termasuk tamansari.

Dan benar juga, sepanjang jalan Tamansari, lampu di toko, fotokopi, warung kaki lima, padam. Lebih parah lagi, lampu lalu lintas pun ikut mati. Nah, ini yang seru.

Bisa dibayangkan jam segitu dapat dikatakan jam sibuk pulang kerja, baik dari arah barat (Pasteur dan Cihampelas), dari utara (ITB, Cisitu, Siliwangi), dari timur (Dago), maupun dari arah selatan (unisba, diponegoro). Semua menyatu di satu titik di perempatan bawah jembatan layang, baik yang bersepeda motor, pakai mobil maupun angkotan. Parahnya lampu lalu lintas yang mengatur giliran lewat, mati! Duh.

Lalu lintas deadlock. Tidak ada yang bisa bergerak. Di tengah jalan mobil-mobil saling berhadapan tidak ada yang mau mengalah untuk memberi jalan. Sepeda motor pun yang biasanya dengan sigap mencari celah, tidak bisa berkutik. Deadlock!. Klakson saling bersahutan. Sesekali sepeda motor mencoba mencari celah, walaupun harus kena omelan pengemudi mobil. “Dilarang beli premium, baru tahu rasa lu!”, mungkin itu yang terucap (su’udzon aja nih, nggak ding, itu hiperbolik aja).

read more »

Februari 7, 2010

Cacar Air

Azizah terkena cacar air.

Sejak hari Kamis, terlihat ruam kemerahan di perut Azizah, kemudian malamnya menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Hari Jum’at masih sempat sekolah dan kegiatan hari itu adalah senam. Pulang sekolah, Bune menelpon lentingnya bertambah di tangan dan leher. Persis seperti cacar air atau varicella.

Memang hari-hari sebelumnya Azizah agak demam, pilek dan sempat mengeluh pegal-pegal di sendi kakinya. Benar saja, saat Sabtu pagi diperiksa ke poliklinik bagian kulit di RSU Cibabat, Azizah dinyatakan terkena cacar air. Suasana santai saja, bu dokter mengajak dialog Azizah sambil memeriksa. Untuk pengobatan, kami diberi resep 3 obat: anti-virus Valvir (Valaciclovir 500mg, 15 butir), antibiotik Amoxan 250 (Amoxicillin 250mg) dan bedak Salicyl untuk mengurangi gatal-gatal. Tablet Valvir mahal tuh, 15 biji Rp225rb. Ada obat generiknya, Asiklovir, tapi saya tidak tahu berapa harganya.

read more »

Januari 7, 2010

Postingan Pertama di Tahun 2010

Postingan pertama di tahun 2010 ini, saya isi dengan karya Azizah saja, yah.

Azizah membuatnya tadi siang. Waktu saya pulang, saya dapatkan gambar kreasinya.

Desember 8, 2009

Game Online untuk Anak

Sejak di rumah terpasang internet yang lumayan kenceng, Azizah sekarang senang sekali bermain game online, educational game for kids. Bermain sambil belajar. Belajar komputer (dan OS Linux), internet (dan Google), dan isi gamenya itu sendiri (puzzle, maze, coloring, find differences, music, alphabet, math and numbering, etc). Hehe, keren amat yah anak jaman sekarang…

Dengan menggunakan PC 800MHz yang terinstall Puppy Linux dan Mozilla browser (plus jre dan flash plugins), game-game online tersebut dapat dimainkannya. Pertama buka mozilla, kemudian klik tombol search yang akan membuka google. Di kotak google, ia mengetik sendiri keyword “games online kids”. Dan keluarlah daftar situs yang berisi game online untuk anak. Ada yahoo kids, dll. Dari daftar tersebut, ada satu situs game yang selalu dikunjunginya: uptoten.com. Bahasa defaultnya bahasa perancis, tapi tersedia juga bahasa english. Dan menurut saya dan istri, game yang ada di sana bagus banget, dan cocok untuk anak seusia Azizah. Azizah pun sudah mahir memainkannya.

Ada lagi nggak yah game anak-anak online yang bagus?

November 21, 2009

Buat para perokok, nih….

Sudah nggak ngerti lagi nih bagaimana bilangnya.

Kini, semakin banyak pecandu rokok yang sudah tidak punya toleransi lagi. Mereka merokok seenaknya di tempat umum, di halaman masjid, lingkungan kampus, tempat makan, terminal, stasiun, bahkan di halaman sekolah taman kanak-kanak dan ruang tunggu rumah sakit, duh. Ancaman dalam peraturan daerah bahkan fatma haram merokok tidak mempan bagi pecandu tersebut.

Uniknya, semua perokok pasti tahu resiko bahaya merokok, dan mereka mengambil resiko tersebut. Dan mereka pun pasti tahu, bahwa perokok pasif mempunyai resiko yang sama bahkan lebih bahaya dari perokok itu sendiri. Dan itu tidak mampu melemahkan nafsu mereka untuk tetap merokok. Jadi, harus gimana lagi nih?

Barangkali satu hal yang harus disadari oleh perokok di sembarang tempat adalah bahwa anak-anak, istri, teman dan orang lain, para perokok pasif di sekeliling Anda, telah terdholimi (teraniaya). Dan, doa orang-orang terdholimi tersebut akan dikabulkan oleh Tuhan. Doanya bisa baik dan bisa juga buruk. Kira-kira apa yah doa yang mereka panjatkan untuk Anda perokok yang dengan sengaja mendholimi mereka (dan tanpa rasa bersalah)?

Saya yakin Anda perokok adalah orang yang beriman tentang hari akhir. Jadi, pertimbangkan kembali kalau Anda akan merokok di muka umum karena bisa jadi perokok pasif di sekeliling Anda mendoakan keburukan bagi Anda. Segala pahala kebaikan Anda dilimpahkan kepada mereka, dan segala dosa kejelekan mereka ditimpakan kepada Anda. Apalagi yang tersisa. Siap untuk menanggungnya?

November 6, 2009

Tidak Bisa Tidur…

Duh, sampai larut malam ini, masih tidak bisa tidur.

Sedang apa, sih? sedang mengikuti rapat komisi III DPR dengan Polri 😉