Posts tagged ‘lintas budaya’

Mei 5, 2009

Antara Tegal – Magelang

Memang ada benarnya, budaya adalah buah dari pembiasaan. Apa yang seseorang cerap secara rutin sehari-hari akan menjadi suatu kebiasaan. Apa yang dia lihat, dengar, cium, rasa, raba, cerna, ekpresikan dari objek di sekitarnya, akan cenderung bersifat lembam, sehingga tumbuhlah persepsi. Persepsi tiap individu terhadap suatu objek akan berbeda, tergantung dari pengalamannya. Dari persepsi inilah, bisa muncul bias-bias subyektif saat seorang harus menilai satu objek secara objektif. Penilaian objek ini tidak bisa dilepaskan dari persepsi orang tersebut (antirealism, hah?). Tapi itulah kenyataannya. Saat satu lingkungan mampu menjadikan suatu nilai dianut oleh sekelompok masyarakat, nilai itu akan menjadi budaya kelompok masyarakat tersebut. Benturan kerap terjadi akibat perbedaan budaya antara satu kelompok dengan kelompok lain. Kemudian, muncullah toleransi, saat masyarakat telah dewasa dalam menilai perbedaan yang ada.

Kedewasaan dalam menilai perbedaan inilah, yang menjadi salah satu pilar dalam keluarga. Hehehe, sedang mau curhat tentang dua dunia nih. Saya dan bune dibesarkan dalam lingkungan budaya yang berbeda. Antara Tegal dan Magelang. Walaupun sama-sama mempunyai bahasa dan budaya induk sama (Jawa), sesungguhnya banyak sekali perbedaannya. Bahasa sudah pasti beda, apalagi pemaknaannya. Tegal dengan banyumasannya, dan Magelang dengan Ngayogyakartanya. Cita rasa terhadap masakan juga beda. Kalau orang Tegal suka soto ‘jenggot’ dengan tauconya, orang Magelang bilang aneh pisan rasanya. Demikian juga dengan sikap dan tindak tanduk yang terbentuk oleh lingkungan, akan berbeda.

read more »

Iklan