Posts tagged ‘Linux’

Juni 28, 2010

Membuat Server NAS dengan freeNAS di VM

FreeNAS akan diinstall di Virtual Machine di atas host uBuntu Lucid. Distro untuk aplikasi NAS (network attached storage) ini akan digunakan sebagai server penyimpanan data. Jadi, bagi yang memerlukan media penyimpan data di server mungkin akan memerlukan freeNAS ini. Protokol yang didukung antara lain CIFS/SMB, FTP, TFTP, NFS. Ini cocok seperti yang saya butuhkan. CIFS/SMB untuk data regular yang bisa diakses lewat Windows networkhood maupun uBuntu Nautilus, FTP sebagai alternatif protokol, TFTP untuk akses image OS/kernel embedded, dan NFS untuk akses root filesystem secara nfs.

Yang diinginkan adalah:

  1. FreeNAS terinstall di Virtual Machine/VM, yang artinya image VM dapat diport-kan ke host komputer lain
  2. Kapasitas penyimpanan yang fleksibel. Virtual Disk/VD (initial sebesar 50GB) digunakan sebagai media penyimpan. Untuk menambah kapasitas penyimpanan misalnya perlu untuk menambah storage 50GB lagi, VD baru dengan 50GB dapat dibuat dan diattach ke VM.
  3. Admin dapat mengakses dan memanaje FreeNAS lewat web, meliputi manajemen disk, user dan service
  4. User yang teregistrasi dapat mengakses file/direktori (create/download/upload) yang tersedia di storage bersama dengan menggunakan Windows Explorer maupun Linux Nautilus

Kebutuhannya sementara itu. Berikutnya mungkin akan ditambahi dengan TFTP dan NFS serta uPNP untuk menyimpan media. Tugasnya adalah menginstall freeNAS di VM dan mengkonfigurasi user, storage dan service CIFS/SMB. Saya perlu 2 hari untuk menginstall dan mengkonfigurasi freeNAS ini hingga dapat digunakan oleh user.

read more »

Iklan
Juni 23, 2010

Menginstall Plugins Subversion di Nautilus uBuntu

Salah satu program yang saya butuhkan adalah subversion (svn) client untuk mengakses server repository svn project-project software saya dari desktop uBuntu Lucid. Subversion itu sendiri merupakan salah satu teknik version control systems (VCS).

Banyak cara untuk mengakses server svn tersebut, di antaranya lewat web browser, standalone GUI svn client, dan plugins file manager (di uBuntu menggunakan Nautilus). Web browser saya gunakan untuk melihat isi repository di server saja. Yang diinginkan adalah client yang bisa untuk update ke lokal dan commit ke server, sehingga pilihannya bisa GUI svn client atau plugins.

Program GUI svn client di GNOME uBuntu yang lebih cocok digunakan adalah rapidsvn (dengan window manager berbasis wxgtk2) atau esvn (window manager qt3), sedangkan di KDE uBuntu (Kubuntu) yang lebih cocok digunakan adalah kdesvn. Untuk menginstallnya dapat dilakukan dari konsole dengan aptitude (rapidsvn, esvn atau kdesvn), Saya memilih rapidsvn. Program diff dan merge yang digunakan adalah meld.

didik@ubuntu-kompie:~$ sudo aptitude install rapidsvn meld

read more »

Juni 20, 2010

Instalasi Mendeley Desktop di uBuntu Lucid

Setelah uBuntu Lucid telah terinstall, berikutnya adalah menginstall Mendeley Desktop untuk mengorganisasikan file-file referensi yang saya punya, baik ebooks, paper, jurnal, maupun thesis dan dissertation report.

Mendeley.com telah menyediakan repository software ini untuk distro Linux uBuntu dari versi Hardy sampai Lucid. Yang perlu dilakukan untuk menginstallnya adalah dengan menambahkan alamat repositori ke dalam sources.list (file /etc/apt/sources.list). Tambahkan baris berikut di file tersebut (sesuaikan dengan versi uBuntu yang digunakan). Saya menggunakan Lucid, jadi baris “deb http://www.mendeley.com/repositories/xUbuntu_10.04 /” yang ditambahkan.

# Hardy/8.04 
deb http://www.mendeley.com/repositories/xUbuntu_8.04 /
# Intrepid/8.10 
deb http://www.mendeley.com/repositories/xUbuntu_8.10 /
# Jaunty/9.04
deb http://www.mendeley.com/repositories/xUbuntu_9.04 /
# Karmic/9.10 
deb http://www.mendeley.com/repositories/xUbuntu_9.10 /
#Lucid/10.04: 
deb http://www.mendeley.com/repositories/xUbuntu_10.04 /

read more »

Juni 20, 2010

Berusaha Familiar dengan uBuntu

Minggu ini, saya mencoba menggunakan uBuntu Lucid Desktop di laptop Acer Aspire 4710 saya. Sebelumnya ada Linux SuSE 10.2 di partisi root dan Puppy Linux 4.31 yang dijalankan secara frugal di partisi tersebut. Namun, Puppy Linux yang diload secara default oleh grub karena SuSE 10.2 (versi Jadul nih) dengan KDEnya terasa berat dijalankan. Sehingga dalam keseharian, SuSE ini jarang sekali digunakan.

Belakangan, saya butuh Linux desktop yang ‘lebih’. Sebenarnya Puppy Linux sudah dapat mencukupi apa yang saya butuhkan: internetworking, dokumentasi, desain elektronik sampai pengembangan software dapat dilakukan di Puppy Linux ini. Memang karena didesain minimalis, beberapa hal kurang disupport seperti accessibility ke hardware misalnya bluetooth, IrDA. Dan uBuntu Lucid lah yang akhirnya saya install untuk menggantikan SuSE di partisi root dan diset sebagai OS default. Ini tidak ada kaitannya dengan Piala Dunia Afrika Selatan loh. Total storage yang digunakan adalah 2.6GB. Untuk image sfs Puppy Linux, saya masih menyimpannya di grub.

Transfer file antar panel

Transfer file antar panel

Dengan GNOME, uBuntu Lucid ini sangat menarik. Setelah terinstall, perlu juga nih re-organisasi file dan folder. File manager Nautilus dibuka. Keren. Dua panel sekaligus dapat dibuka, satu untuk ftp, dan satunya untuk folder lokal. Pemindahan dan pengkopian folder dari satu panel ke panel lainnya dapat dilakukan dengan drag-and-drop. Untuk memindahkan file/folder, kilk untuk memilih (tekan shift dan geser pointer mouse untuk memillih multiple files/folders), tekan tombol shift dan geser pointer mouse ke panel tujuan. Dan files/folder terpindahkan.

Juni 10, 2010

Mengganti Kernel dan Module Driver Linux di JeOS

Sebelumnya, distro JeOS saya install sebagai OS host . JeOS ini mempunyai kernel Linux (dan driver) dengan versi subminor 24-virtual (dioptimasi untuk lingkung virtual/diinstall sebagai guest OS), yang sebenarnya ‘tidak cocok’ diinstall sebagai OS host karena banyak peripheral yang distrip, misalnya driver ethernet, usb-to-serial converter, dan banyak lagi. Nah, inilah yang menyebabkan kernel dan modul drivernya perlu di’kembali’kan ke khittahnya :). Hanya kernel image dan module driver saja, yang lain biarkan saja. Dan uBuntu benar-benar bisa memenuhi keperluan ini: aptitude. Sebenarnya ada cara lain, yaitu kompile Linux dari kernel sourcenya, tapi lebih baik mengambil yang sudah ada saja.

read more »

Juni 9, 2010

JeOS Virtual Image untuk VirtualBox

Mau sharing saja tentang instalasi distro Linux JeOS di atas JeOS menggunakan virtualizer VirtualBox. Image-image virtual vdi yang dibuat dengan VirtualBox berisi JeOS yang nantinya digunakan sebagai platform server. Dan image ini akan dijalankan di atas lingkungan virtual yang dibuat oleh host JeOS. Lagi ingin belajar konsep dan mengimplementasikan virtualisasi nih 🙂

Memang terlihat berlebihan yah. Sudah tahu JeOS ditujukan sebagai virtual appliance di lingkungan virtual, ini kok digunakan sebagai host OS. Alasannya sih, distro uBuntu ini kecil (235MB terinstall di harddisk) dan software yang terinstall sudah mencukupi untuk menginstall paket aplikasi lain. Mungkin dengan instalasi base-linux dari uBuntu, sistem yang kecil seperti itu juga bisa diperoleh (saya belum mencobanya). Namun ini ada harganya, JeOS menggunakan kernel linux (dan modulnya) yang sudah dioptimasi (dan striped), yaitu 2.6.24-24-virtual, sehingga bisa saja ada peripheral yang tidak didukung. Contohnya adalah driver ethernet atl2 yang ada di motherboard Asus, saya sampai perlu menggunakan ethernet card PCI. Tapi bisa juga kok, image kernel, initrd.gz dan modulnya diambil dari versi lain yang generik, dan arahkan boot loader grub JeOS host untuk menggunakan kernel ini daripada kernel -virtualnya.

Berikut outline artikel ini: 1) Instalasi JeOS sebagai host OS; 2) Instalasi virtualizer VirtualBox-3.2.4-62467; 3) Membuat image virtual JeOS dan duplikasi image untuk platform server; dan 4)Menjalankan image virtual JeOS.

read more »

Juni 8, 2010

OpenVPN di Puppy Linux

Seharian ini saya mencoba menginstall uBuntu JeOS 8.04.03 (Hardy Heron) di lab. Sebenarnya ini tidak sengaja.

Penyebabnya adalah crashnya server pengembangan (uBuntu). Rupanya karena namanya server ‘development’, kompilasi & instalasi paket-paket Linux (beserta dependensinya) sering dilakukan di server (secara sembrono) dan ini bahaya. Saat sistem reboot (kamis kemarin terpaksa reboot karena listrik mati), sistem crash akibat software terinstall yang tidak kompatible. Daemon udev di initrd.gz tidak bisa meregistrasi device, sehingga otomatis device root tidak ditemukan. Setelah kejadian baru ngerasa :). Untuk restore, bayangin aja deh mumetnya. Pilihannya cuma satu: install ulang Linux, duh.

Tapi distronya harus diganti nih. Pendekatan dengan menggunakan satu OS/server di satu device fisik dipikir sudah tidak efisien lagi dan berpotensi problem di atas muncul lagi. Lebih baik menggunakan virtualisasi, sehingga utilitas resource tinggi dan di satu device fisik (komputer) dapat terinstall banyak OS/server yang saling independen. Distro uBuntu + vmware server dipilih. Server-server (software development, ip-pbx tester, EDA system, multimedia server, etc) akan diinstall menggunakan OS uBuntu JeOS sebagai di atas mesin virtual yang dibuat oleh host. Server-server tersebut tersekat satu sama lain dan bisa diload/unload kalau dibutuhkan.

read more »

Juni 7, 2010

Distro Linux untuk Pecinta Elektronik

Fedora Electronic Labs

Fedora Electronic Labs

Baru browsing-browsing ketemu distro ini: Fedora Electronic Labs. Ini merupakan Fedora spin, versi Fedora yang telah dipermak untuk aplikasi tertentu. Seperti puplet barangkali kalau di Puppy Linux. Salah satu spinnya adalah Fedora Electronic Labs ini, yang cocok untuk yang berkepentingan dengan desain elektronika: mahasiswa, pekerja desainer, hobbyist, siswa SMK. Yang lainnya ada Fedora Games bagi gamers, atau bagi yang usaha warung games online.

Belum mencobanya sih, baru nanti malam akan mencoba mendownload. Tapi dari fiturnya, ini sangat menjanjikan, mulai dari GUI, desain, simulasi, layout, dan output, mulai dari mikrokontroler, mobile phone sampai micro-nano circuit. Kalau Anda butuh solusi opensource untuk elektronik, mungkin distro inilah jawabannya.

Juni 4, 2010

Instalasi dan Update Zeroshell (Retro)

(Artikel ini tersedia dengan Creative Commons Attribution-ShareAlike License)

Topik bahasan di artikel ini adalah:

  1. Instalasi router distro zeroshell-1.0-beta12 secara permanen (bukan live-CD/DVD) di storage IDE, SATA, dan USB atau device storage lainnya
  2. Update kernel dan initrd.gz dengan versi kernel lebih baru (2.6.31.4)
  3. Update root filesystem untuk kostumisasi aplikasi-aplikasi Zeroshell, misalnya untuk mensupport akses internetn lewat EVDO

Untuk otomatisasi langkah 2 dan 3, script shell (bash) juga ditampilkan. Saya menganggap Anda sedikit banyak telah paham dengan sistem dan program utility Linux serta pemrograman shell (sh), sehingga penjelasan lebih detail tidak diberikan. Bagi yang belum familiar, bisa mencarinya sendiri di internet.

read more »

Juni 3, 2010

Sedikit Catatan Tentang EVDO di ZeroShell

Ini catatan lama (akhir 2009) saya saat membuat Mobile Router dengan Zeroshell yang ketemu, terutama saat hendak mengintegrasikan modem EVDO ke Zeroshell. Yang perlu dilakukan adalah 1) update kernel, 2) update initrd.gz (karena ada modul yang terinstall di sana), dan 3) update root filesystem. Hehehe, repot yah (tenang guys, saya lagi telah menyusun kembali script-script yang terserak untuk mengotomatisasi ketiga langkah tersebut, mudah2an weekend ini sudah kelar). Mohon maaf isinya berantakan, maklum diambil dari log kegiatan.

Sejauh yang saya tahu, Zeroshell-1.0-beta12 tidak mensupport 3G untuk CDMA (EVDO), karena:

  1. konfigurasi usb_modeswitch tidak mengenal modem usbnya (misalnya ZTE AC8710), sehingga usb_modeswitch perlu diupdate (usb_modeswitch ada di root filesystem). Untungnya, modul kernel usb serial sudah mensupport modem ini (mungkin kernel dan initrd.gz tidak perlu diupdate, tapi saya melakukannya karena masalah driver ethernet Realtek 8169 di motherboard saya yang memerlukan driver terbaru).
  2. Session ppp chat yang berbeda antara HSPA dan EVDO, sehingga script kerbynet perlu juga dimodifikasi

Setelah usb_modeswitch diupdate dan modem combo dikenali sebagai modem (bukan usb storage), berikutnya adalah memodifikasi ppp chat.

read more »