Posts tagged ‘telepon rumah’

Juni 13, 2010

Tagihan Telepon Rumah Membengkak

Penasaran juga bagaimana PT. T*lkom sebagai satu-satunya operator telepon kabel di Indonesia menghitung tagihan telepon rumah dan melayani pelanggannya.

Tagihan telepon rumah bulan April lalu melonjak. Kalau sebelumnya hanya sekitar 70rb-an (64,8rb) sekarang lebih dari 100rb. Tidak pernah sejak pasang telepon 2009 silam, tagihan lebih dari 70rb. Duh, biayanya buat apa saja sih? Sepertinya pemakaian juga jarang, tidak ada yang berlebihan, karena memang males nelpon dengan telepon kabel ini, nggak bisa ngecek berapa sih yang tarifnya. Kalau dilihat, tagihan ini hampir sama dengan tagihan listrik yang ‘hanya’ 110rb perbulan dengan pemakaian 24-jam full non-stop (kecuali aliran mati), yang selalu diprotes kalau ada rumor tentang kenaikan TDL. Ini T*lkom ‘luar biasa’ yah, bisa meraup laba yang WOW, tanpa perlu berhadapan langsung dengan publik.

Sebenarnya ada satu yang istimewa bulan lalu. T*lkom mengadakan program yang akan membebaskan biaya abonemen. Heh, masih ada abonemen yah? Ya iya lah, 32.5rb perbulan harus dikeluarkan pelanggan untuk biaya abonemen. Program ini membebaskan pelanggan dari biaya abonemen. Masa sih? simak dulu yah.

read more »

Iklan
Agustus 3, 2009

Kring…

Kring… Tersambung sudah, telepon kabel di rumah.

Sejak hari Jum’at lalu telepon kabel rumah telah tersambung. Setelah hampir setahun menunggu, akhirnya sambungan telepon dapat terlaksana. Ini berkat usaha para warga kompleks perumahan graha alamanda cibeber cimahi, terutama pak ertenya :).

read more »

Juli 15, 2009

Pasang Telepon Rumah Kabel Baru (Telkom)

Tiang Telepon Terpasang (c)2009 Azizah Khoirunnisa

Tiang Telepon Terpasang (c)2009 Azizah Khoirunnisa

Jalur kabel telepon dari Telkom mulai masuk ke perumahan kami, Graha Alamanda Cibeber-Cimahi. Walaupun menggunakan teknologi lama, warga perumahan menyambutnya dengan gembira. Tiang untuk kabel sudah dipancangkan. Tinggal menunggu menarik kabel sampai ke rumah warga.

Semula keluarga kami tidak antusias untuk pasang telepon ini. Ketidakjelasan biaya bagi sambungan baru (seperti yang kerap dikeluhkan), mulai dari biaya pemasangan baru, biaya abonemen, tarif percakapan lokal sampai SLJJ dengan zona-zonanya, membuat tawaran layanan ini tidaklah menarik lagi. Tidak ada situs resmi yang menjelaskan tentang tarif ini, mungkin karena memang hanya telkom satu-satunya yang menyediakan telepon kabel ini. Baru setelah mulai beroperasi, pelanggan bisa melihat daftar tagihan beserta rinciannya: abonemen, biaya panggilan. Sekarang abonemen berapa yah? tarif telepon lokal permenit berapa? interlokal permenit?

Walaupun demikian, saat tiang dipancangkan di seberang rumah, terprovokasi juga, hahaha. Jadilah, pesan satu nomor baru. Pertimbangannya hanya satu: rumah dengan telepon kabel nilainya bisa lebih tinggi. Benar tidak yah?

Telepon kabel ini nanti dimanfaatkan buat apa yah, selain menelepon? Sebanding tidak yah nilainya dengan biaya yang nanti harus dikeluarkan untuk telepon yang satu ini.