Posts tagged ‘VoIP Gateway’

Mei 18, 2009

Reprogramming CPLD untuk Bug-Fixing TDM800CP

Dari hasil test board PCI TDM800CP, card PCI TDM(Time Division Multiplex) untuk kanal analog 8 port, secara keseluruhan sudah OK. Card bisa mensupplai sampai 8 kanal analog, baik dengan menggunakan modul FXO dan FXS single maupun quad FXO/FXS, semua terdeteksi, berfungsi dengan baik dan melewatkan suara yang jernih. Card ini setara dengan TDM800P yang dimiliki oleh Digium, hehehe namun desain dan racikan lokal, home-made lagi.. 🙂

Bug minor yang ditemui saat testing, meliputi subsystemID yang tidak sesuai saat rebooting system, yang harusnya 0xe3ff menjadi 0x0301 atau 0x030b. SubsystemID ini share dengan jalur AUX[6,1,7], nWRITE, nREAD, nRESET, HA[3:2], DATA[7:0] dan hanya dibaca sekali saat reset. Jalur tersebut juga terhubung ke CPLD dari chip kontroller PCI . Untuk shutdown dan diboot ulang tidak ada masalah. Jadi, problem hanya ada saat reboot saja, yaitu card harus mendeteksi subsystemID namun ID telah berubah saat operasional system sebelumnya (karena ada operasi di jalur share tersebut).

Solusinya, reprogramming CPLD dengan mengeset jalur bidir DATA[7:0] ke ‘1’ saat reset. Untuk AUX[6,1,7] hanya device drivernya di Linux yang perlu diset agar pin tersebut sebagai input. Dan sekarang board telah OK, rebooting atau hard-reset tidak mempengaruhi subsystemID.

Test terhadap kondisi ini perlu, misalnya jika suatu saat sistem crash (karena suatu sebab), CPU tidak akan merespon apapun. Saat itu mungkin device watchdog akan bekerja, saat dia tidak menerima heart-beat dalam interval tertentu, ia akan mereset CPU. Reset ini tidak akan menjalankan script yang ada di rc6.d untuk kill atau remove module. Agar sistem yang dibangun dengan card ini (misalnya VoIP telephony dengan gateway) tetap beroperasi setelah reset ini, pertama kali subsystemID harus konsisten, sehingga akan modulnya akan diload oleh Kernel. Ini lah yang disasar.

Desember 23, 2008

Assembly XC400M Telah Berhasil

bare pcb module and board modul terpasang

Akhirnya modul FXO 4-port (XC400M) dalam proyek VoIP gateway telah selesai diassembly. Modul ini kompatibel dengan X400M kepunyaan Digium, sehingga dapat dicolokkan langsung ke TDM800P. Dengan perancangan, layout dan assembly dilakukan sendiri dari scratch, produk ini bisa jadi menawarkan harga yang lebih rendah dengan jaminan kualitas suara yang setara dengan X400M.

Assembly satu buah modul dengan soldering, setidaknya memerlukan waktu hampir 2 jam, hehehe… maklum masih manual. Satu hal yang harus dilakukan adalah mencuci dan menggosok board modul dengan air yang dicampur deterjen menggunakan sikat gigi, hah? Dengan ukuran dan spacing track yang cukup kecil, 8 mil, saat menyolder mungkin ada serpihan timah solder yang bisa menyebabkan bridging, terutama di pad-pad IC. Mencuci board dengan deterjen, selain menghilangkan kotoran dari timah, juga akan meminimalkan potensi bridging antar pad atau antar track.

Sekarang 2 buah modul XC400M telah up di board TDM800P. Modul kernel yang diload adalah tdm24xxp. 8 buah port telah dapat terdeteksi oleh zaptel asterisk, dan percakapan lewat modul sangat jernih… :D. Satu request perubahannya adalah warna merah untuk solder mask seperti modul digium, bukannya hijau. Hehehe, tapi setidaknya satu tahap telah selesai.

Oktober 24, 2008

Assembly Modul FXO XC100M

Senyum mas Novan

Senyum mas Novan

Akhir bulan September 2008 sebelum liburan lebaran, 4 buah modul FXO XC100M yang merupakan bagian proyek produksi VoIP Gateway telah selesai dirakit. Modul XC100M merupakan modul gateway FXO serupa dengan modul FXO Digium X100M. Modul ini dipasangkan di card PCI TDM dari Digium (TDM04P atau TDM800) untuk membentuk VoIP gateway sebagai jembatan komunikasi VoIP ke jaringan PSTN.

XC100M terpasang di TDM800P

XC100M terpasang di TDM800P

Modul XC100M ini cukup istimewa. Dengan desain PCB 2-layer, semua komponen SMD hanya terletak di layer komponen (top), sehingga jika dipasang di card PCI, keseluruhan tinggi card + modul tidak akan mengganggu card PCI lain. Ini akan diperlukan jika kita akan membuat gateway lebih dari 8-port, yaitu dengan menggunakan lebih dari 1 card PCI.

Modul XC100M dan Card TDM800P

Modul XC100M dan Card TDM800P

Pengujian fungsional berupa signalling telah dilakukan, dan keempat modul melakukan tugas signallingnya ke jaringan PSTN dengan baik. Pengujian kualitas suara secara subjektif, juga telah dilakukan. Suara dapat didengarkan dengan jernih. Sedangkan pengujian secara objectif, kualitas suaranya sekarang ini sedang diukur dengan PESQ.

September 26, 2008

Produksi Modul FXO untuk VoIP Gateway

Modul gateway FXO yang ada sekarang adalah modul dari Digium, yaitu X100M (1-port) dan X400M (4-port). Gateway tersebut dijual dengan harga sekitar Rp.580rb (X100M) dan Rp.2.150rb (X400M), FOB Indonesia. Jika melihat komponen utama yang digunakan dalam modul tersebut, harga jual modul secara optimis dapat ditekan hingga di bawah Rp.300-350rb (perport), sehingga akan memberikan margin yang signifikan jika modul tersebut digunakan sebagai produk substitusi maupun sebagai solusi produk yang dijual PT. Clarisense Digital Media. Bagaimana membuat proses produksi modul FXO 1-port dan 4-port ini dengan COGS yang murah dan yield yang tinggi?

Dalam artikel ini dijabarkan konsep, rancangan, implementasi dan pengujian serta penyusunan dokumen produksi modul FXO tersebut, sehingga menghasilkan produk gateway asli buatan Indonesia.

Konsep Desain


Komponen utama pembangun modul gateway FXO (selanjutnya akan disebut modul) adalah Silabs DAA system-side
Si3050 dan DAA line-side Si3019. Silabs telah menyediakan skematik dan rekomendasi layout. Konsep pengembangan yang digunakan adalah dengan mengikuti skematik dan rekomendasi layout yang disediakan oleh Silabs ini. Pin interface dirancang kompatible dengan pin modul Digium, yaitu X100M dan X400M, sehingga modul yang dirancang dapat langsung digunakan sebagai pengganti modul Digium di board PCI TDM410P atau TDM800P. Komponen diprioritaskan menggunakan komponen lokal, sehingga mempunyai kemungkinan penekanan COGS terkait dengan volume, bea impor dan delivery. Impor komponen juga diusahakan lewat satu sourcer (yaitu mouser).

read more »

September 23, 2008

Rangkaian Lifeline dan Line Monitoring untuk VoIP Gateway

Layout line interface 8-port

Layout line interface 8-port

Rangkaian lifeline dan line monitor ini merupakan rangkaian interface jalur (line interface) untuk produk VoIP gateway 8-, 16- dan 32-port. Lifeline memberikan fitur bypass saat power supply mati, dan line monitor memberikan status jalur secara realtime. Rangkaian ini dapat digunakan sebagai modul di VoIP gateway dan sebagai produk (line splitter)

Deskripsi sistem

Sistem lifeline memberikan satu fitur penting bagi VoIP gateway, khususnya FXO gateway yang terkoneksi ke jaringan PSTN. Umumnya VoIP gateway akan ikut mati jika power supply mati (tidak ada tegangan input yang mensuplainya), yang berarti layanan yang harus disediakan/dilewatkan melalui gateway juga tidak dapat diakses oleh pengguna. Rangkaian lifeline akan menambah satu line bypass perjalur PSTN, sehingga jika misalnya listrik PLN padam, maka secara otomatis jalur akan dipindahkan ke line bypass tersebut. Satu line bypass bisa dihubungkan ke satu atau lebih telepon analog yang dikhususkan untuk kondisi listrik mati. Istilah umumnya adalah jalur bypass, karena bukan hanya pada saat kondisi listrik padam saja jalur ini aktif, namun dapat juga dikontrol lewat software saat diperlukan.

Line monitoring adalah rangkaian tambahan untuk mendeteksi kondisi jalur apakah off-hook, on-hook atau ada sinyal ring. Indikator ditunjukkan oleh satu buah LED perkanal. Rangkaian ini mengambil sumber daya dari jalur telepon PSTN. Untuk mengantisipasi tip-ring reversal (penyambungan terbalik antara tip dan ring jalur dengan tip dan ring rangkaian) dipasang dioda bridge. Kondisi off-hook ditandai dengan LED menyala, on-hook LED mati, sedangkan ring dengan kedipan LED.

read more »

September 12, 2008

Prototipe Lifeline System dan Line Monitor Telah Berfungsi

Prototipe Lifeline dan Line Monitoring System

Prototipe Lifeline dan Line Monitoring System

Akhirnya assembly sistem lifeline untuk memberikan alternatif jalur bagi VoIP gateway saat listrik padam telah selesai dirakit. Uji coba telah dilakukan dan secara fungsional telah berjalan. Jika ada listrik, maka telepon dari line telepon akan dilewatkan ke VoIP gateway yang selanjutnya oleh IP-PBX dirouting ke nomor tertentu. Sedangkan jika listrik padam dan tidak ada backup battery, otomatis VoIP gateway dan IP-PBX mati, jalur akan dipindahkan ke mode ‘bypass’. Untuk 1 line telah selesai, sekarang sedang menggambar skematik untuk 8 jalur beserta rancangan layoutnya.

Line monitoring juga telah menjalankan fungsinya. Jika jalur offhook, LED line status akan menyala, demikian juga jika on-hook LED akan mati. Jika terdapat sinyal ring di jalur, LED akan berkedip sesuai dengan frekuensi sinyal ring. Lumayan. Belum dicoba jika polaritas dibalik, tapi sepertinya tidak akan jadi masalah, karena rangkaian telah dilengkapi dengan bridge diode sebagai penyearah. Sama dengan lifeline circuit, saat ini sedang tahapan skematik dan layouting.

USB LCD module yang tampil di gambar, hasil dari pekerjaan membuat interface USB untuk LCD HD44780. Ini nanti akan diintegrasikan dalam produk VoIP Gateway.

Agustus 15, 2008

Setting VoIP Gateway untuk Least Cost Routing dan Call Queueing

Ilustrasi skema implementasi LCR

Ilustrasi skema implementasi LCR

Integrasi IP-PBX/VoIP Gateway FXO 3 kanal berbasis Asterisk, CDMA FWT 2 kanal dan GSM FWT 1 kanal, serta 2 buah IP-phone dapat diperoleh konfigurasi sistem VoIP-PSTN-Mobile yang dapat mengimplementasikan LCR (Least Cost Routing, routing panggilan dengan tarif (pulsa) termurah). CDMA FWT diisi dengan 1 kartu Flexy dan 1 kartu Esia, sedangkan GSM FWT diisi dengan kartu Mentari. Diinginkan panggilan keluar (outgoing) menggunakan skema LCR, sedangkan panggilan masuk didistribusikan secara round-robin ke 2 IP-Phone.

Skema LCR ini dilakukan sedemikian sehingga jika panggilan ke nomor flexy akan dilewatkan ke kanal FXO dengan kartu flexy, ke nomor esia dilewatkan ke jalur esia, sedangkan nomor mentari dilewatkan ke mentari. Sedangkan nomor tujuan lain secara default dilalukan lewat nomor telkom. Hehehe, masih belum tahu perbandingan tarif lintas operator, euy. Tabel routing panggilan seperti ditunjukkan dalam gambar.

Distribusi panggilan masuk dilakukan dengan aplikasi call queueing dengan metode round-robin, terminal yang on-hook akan menerima ring panggilan masuk, tanpa prioritas tertentu.

Mungkin alat sejenis yang bisa melakukan fitur routing panggilan keluar termurah adalah ecare-xxx dari elco solution, hehehe. Tentunya dengan fitur yang beda, terutama VoIP dengan paket switchnya dan analog line dengan circuit switchnya (di ecare-xxx).

Hehehe, beres dah. Sedang ujicoba sampai 2 bulan di lab desain PAUME ITB. Kalau mau nyoba telepon ke 022-4254100 atau 085846052265 🙂

April 17, 2008

USB VoIP Gateway, mengapa tidak?

VoIP gateway jamaknya berfungsi menjembatani jaringan VoIP dengan jaringan PSTN dan POTS. Ada 2 istilah, yaitu FXO (Foreign eXchange Office) dan FXS (Foreign eXchange Station). Kalau kita ingin koneksi dari VoIP ke jaringan PSTN misalnya jaringan kabel Telkom atau ke pesawat FWT (baik GSM atau CDMA) yang punya 1 line untuk telepon analog, kita akan butuh jenis FXO, sedangkan jika kita ingin membagi line/ekstensi VoIP ke PABX atau telepon analog, kita akan butuh jenis FXS. Walaupun ada satu jenis lagi E1/T1 dan ISDN gateway, tapi gak akan kubahas di sini.
Dipasaran banyak ragam VoIP gateway untuk kedua jenis ini, berdasarkan kriteria berikut:

  • Jumlah port: mulai dari untuk 1 – 16 port
  • Interface: mulai dari yang punya interface PCI (PC-based VoIP gateway) sampai interface ethernet (embedded VoIP gateway)
  • Protokol: Zap (kasus PC-based), SIP dan H323

Nah, bagaimana dengan VoIP gateway dengan interface USB? Nggak banyak. Ketersediaan USB VoIP gateway di pasar saat ini hanya sebagai ATA (Analog Telephone Adapter atau FXS) saja dan hanya mampu untuk 1 port VoIP gateway. Hal ini menimbulkan pertanyaan sebagai berikut:

read more »