Injeksi iframe di situs jurnal elektronik

Beberapa hari lalu, tanpa sengaja saya melihat ada satu hole di sistem OJS (open journal system). OJS ini digunakan sebagai platform jurnal elektronik.

Seseorang dapat menyisipkan iframe di kolom isian ‘interest’ dan isian ini dapat dilihat oleh publik. Lebih lagi, URL halaman ini juga bisa diambil oleh crawler web (Google atau Bing, misalnya).

Ini terjadi di OJS versi 2.4.8x. Saya tidak tahu untuk versi yang lain. Namun, jika isian interest di OJS tersebut menggunakan JSON, kemungkinan OJS ini rentan.

Kolom ‘interest’ ini dapat diisikan oleh user saat meregistrasikan dirinya sebagai reviewer. Isian dalam kolom ini digunakan oleh editor untuk menentukan reviewer yang sesuai dengan kajian naskah yang terkirim ke jurnal.

Namun, mohon maaf. Saya tidak bisa menampilkan snapshot hasilnya. Sudah terlanjur saya bersihkan tanpa backup/snapshot.. hehehe. Namun, akan saya berikan tips mengecek dan mengatasinya.

Bagaimana cara mengeceknya jika OJS kita telah terinject?

Silahkan bisa berkunjung ke alamat jurnalnya dengan menambahkan akhiran user/getInterests?term=11z atau user/getInterests?term=zyzwxy di url jurnal, misalnya https://jtsiskom.undip.ac.id/index.php/jtsiskom/user/getInterests?term=zyzwxy. Term ini yang saat ini dijumpai.

Continue reading “Injeksi iframe di situs jurnal elektronik”

Perbaikan artikel telah terbit di jurnal ilmiah

Salah satu kebijakan jurnal adalah tentang penanganan terhadap perubahan artikel (fulltext) yang telah terbit (post-publication). Perubahan ini meliputi penambahan data hasil (addendum), koreksi (erratum, corrigendum, clarification), dan pencabutan (retraction, removal, withdrawal). Sesuai COPE, notifikasi perubahan artikel ini harus dinyatakan di web jurnal, salah satunya adalah dengan menerbitkan artikel editorial berupa notifikasi perubahan [1]. Artikel sumber dan artikel notifikasi harus masing-masing mempunyai DOI.

Di sisi lain, Crossmark menyediakan fasilitas untuk mengontrol versi artikel fulltext di jurnal (lihat gambar) [2]. Metadata update dari artikel notifikasi dapat dikirimkan ke Crossmark untuk ditautkan dengan artikel aslinya (yang telah mengalami perubahan). Pengunjung dan pembaca dapat mengetahui status dari artikel jurnal, apakah terupdate atau mengalami perubahan dari saat diterbitkan.

Tulisan ini sedikit membahas tentang perbaikan artikel telah terbit tersebut di jurnal. Mohon koreksi dan masukan. Semoga bisa bermanfaat bagi pengelola jurnal dan penulis aritkel.

Continue reading “Perbaikan artikel telah terbit di jurnal ilmiah”

TKC-326 Sistem Embedded Terdistribusi (Genap, 2020)

Kredit : 2 SKS Kuliah, 0 SKS Praktikum (Kuliah Pilihan)
Kuliah Prasyarat : TKC-210 Teknik Interface & Peripheral, TKC-226 Sistem Embedded
Dosen : 1. Eko Didik Widianto (Lab Embedded, Siskom Undip)
email: didik@at@live.undip(dot)ac(dot)id2. Dania Eridianti (Lab Embedded, Siskom Undip)
email: dania@at@ce.undip(dot)ac(dot)id
Metode pembelajaran : tatap muka (2 x 50 menit), presentasi materi, diskusi, tugas, presentasi kelompok
Durasi : ±14 Minggu

01_engineer_view

Jadwal 

  • Hari Jumat jam 7.00 – 08.40, daring

Continue reading “TKC-326 Sistem Embedded Terdistribusi (Genap, 2020)”

TSK21292 – Sistem Digital (2020, Genap)

Kredit : 2 SKS Kuliah, 1 SKS Praktikum (TKC-309/TSK21523)
Dosen Pengampu : Eko Didik Widianto, email: didik@_at_@live.undip(dot)ac.id
Dania Eridani, email: dania@at@ce.undip.ac(dot)id
Metode pembelajaran : tatap muka (2 x 50 menit), presentasi materi, diskusi, tugas, diskusi kelompok
Durasi : ±16 Minggu (termasuk UTS dan UAS)
Lisensi isi : CC-BY 4.0

Jadwal: Kuliah mulai hari Selasa, 16 Februari 2021

  • Kelas Gabungan A, KMB, Hari Selasa, jam 08.50 – 10.30, Daring Teams
Deskripsi Standar Kompetensi Evaluasi Buku Acuan Rencana Kuliah Contoh UTS/UAS Saran & Komentar

Deskripsi Kuliah

Kuliah ini merupakan kuliah wajib di program studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik Undip. Kuliah ini membahas dasar-dasar sistem digital mulai dari konsep, analisis, perancangan, implementasi, dan evaluasi rangkaian logika. Konsep dan analisis rangkaian logika meliputi gerbang logika, ekspresi dan persamaan logika, aljabar Boolean, representasi bilangan digital dan operasi aritmetika. Perancangan (sintesis) ditujukan untuk menghasilkan rangkaian logika yang optimal (seringkali minimal) dengan menyederhanakan persamaan logika menggunakan aljabar Boolean, peta Karnaugh, dan metode tabular Quine-McKluskey. Rangkaian ini dapat berupa kombinasional dan/atau sekuensial. Perancangan rangkaian sekuensial sinkron dapat dilakukan menggunakan model Moore dan Mealy. Teknologi implementasi diarahkan menggunakan rangkaian terintegrasi standar TTL (Transistor-transistor logic). Evaluasi rangkaian dilakukan untuk menverifikasi desain rangkaian lewat pengujian atau menggunakan program bantu simulator. Pokok bahasannya tersusun atas 5 bagian, yaitu:

  1. Pendahuluan sistem digital. Bagian ini membahas sistem digital secara umum serta konsep dan analisis rangkaian logika.
  2. Rangkaian logika minimal. Bagian ini membahas aljabar Boolean, sintesis rangkaian logika, peta Karnaugh, rangkaian multikeluaran, metode Quine-McKluskey dan program sintesis untuk menghasilkan rangkaian logika yang optimal (seringkali minimal).
  3. Teknologi implementasi. Bagian ini membahas rangkaian logika CMOS dan rangkaian terintegrasi standar TTL keluarga 74xx untuk implementasi rangkaian logika.
  4. Sistem bilangan digital. Bagian ini membahas representasi bilangan digital, operasi bilangan biner dan rangkaian aritmetika biner.
  5. Rangkaian digital. Bagian membahas rangkaian kombinasional, elemen rangkaian sekuensial dan rangkaian sekuensial sinkron sebagai penyusun komputer. Rangkaian sekuensial dirancang menggunakan model FSM Moore dan Mealy.

Kuliah TKC205/TSK21292/PTSK6305 ini menjadi dasar untuk mata kuliah lanjut, seperti TKC210 (Teknik Interface dan Antarmuka), TKC211 (Teknik Mikroprosesor), TKC305 (Sistem Digital Lanjut), TKC213 (Arsitektur Komputer) dan TKC241 (Perancangan Mikroprosesor).

Kembali ke atas

Buku Acuan/Referensi

978-602-262-211-6-1254

  1. (Buku Utama) Eko Didik Widianto, Sistem Digital: Analisis, Desain dan Implementasi, Edisi Pertama, Graha Ilmu, 2014
  2. Stephen Brown and Zvonko Vranesic, Fundamentals of Digital Logic with Verilog/VHDL, 2nd Edition, McGraw-Hill, 2005
  3. Ronald J. Tocci, Neal S. Widmer, Gregory L. Moss, “Digital Systems: Principles and Applications”, Edisi 11, Pearson, 2011Buku ini bisa dipinjam di perpustakaan jurusan.
  4. Sumber lain: paper ilmiah, website project
  5. Buku Ajar/Handout: Eko didik widianto (2011): sintesis rangkaian logika

Continue reading “TSK21292 – Sistem Digital (2020, Genap)”

Menyetel classic editor di WordPress

Kenyamanan menulis kadang ditentukan oleh kebiasaan menggunakan program editornya. Pun demikian saat menulis artikel di blog WordPress.

WordPress menggunakan block editor (Gutenberg?) sebagai editor defaultnya. Semua tombol atau tautan write, new post atau edit post/page mengarah ke editor tersebut.

Block editor ini sebenarnya cukup menarik. Ia memungkinkan drag-and-drop item / block (multimedia) ke sebuah post atau page dengan mudah sehingga kita bisa membuat konten dengan layout yang unik.

Namun, saya belum terbiasa. Saya lebih menyukai editor sebelumnya. Editor klasik, ia disebutnya. Maklum generasi jadul, hehehe.

Untuk membuat classic editor menjadi editor default di WordPress (.com) yang free tidak dimungkinkan, kecuali kita mengupgrade WordPress menjadi Business plan, baik Personal maupun Premium. Dengan upgrade, kita bisa menginstall plugin Classic Editor dan mengaktifkannya (lihat caranya di sini). Ini nanti saja lah…

Untungnya, masih tersedia tombol untuk menulis post/page dengan editor klasik. Matur nuwun WordPress. Dimanakah itu?

Continue reading “Menyetel classic editor di WordPress”

Cara menyetel nama domain dummy

Nama domain menjadi wajah bagi server fisik, baik server web maupun ftp. Nah, kalau wajah ini kemudian dimatikan, maka jika server-server ini hidup, mereka ibarat zombie, hehehehe.

Sebenarnya, mereka masih dapat diakses langsung dengan memasukkan alamat IP dan port-nya jika diperlukan. Namun, jika dalam satu server, misalnya web, mempunyai multi situs (nama server), situs tersebut tidak bisa langsung diakses menggunakan alamat IP tersebut. Masih ada teknik untuk mengaksesnya.

Ini yang terjadi di beberapa situs web Undip yang nama domainnya telah dimatikan (red: shutdown). Mulai hari Senin (1/2/2021) sebagian besar situs web tersebut tidak bisa diakses. Bahkan, bisa jadi saat tulisan ini dibuat, situs tersebut tidak bisa dikunjungi, misalnya eprints.undip, dengan pesan kesalahan DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN di browser Chrome.

Pesan ini terkait dengan masalah di domain yang dikelola oleh server DNS dan menunjukkan bahwa alamat domain tersebut benar, namun tidak bisa diarahkan ke server fisik, alias tidak bisa dibuka, karena tidak ditemukan record di server DNS yang mengenalkan nama domain tersebut dengan alamat IP atau server fisiknya.

Demikian juga saat berkunjung ke didik.blog.undip, blog lama saya. Pesan kesalahan yang sama muncul.

Beragam ekses negatif timbul dari dimatikannya nama domain tersebut. Mulai dari pihak luar yang gagal untuk mendaftar karena tidak bisa mengakses web sampai waktu deadline, penulis artikel jurnal yang gagal verifikasi ajuan PAK-nya karena situs jurnal tidak bisa diakses, dan ekses negatif lainnya yang mungkin timbul. Saya tidak tahu persis.

Bagi pengunjung yang memang urgent mengakses web untuk mendapatkan informasi atau mengunggah aplikasi yang sangat mendesak, mungkin dapat memberikan (assign) nama domain web ke alamat IP servernya secara statik di komputernya (secara persistent).

Mohon maaf, ini bukan hack. Tidak ada juga yang dirugikan. Alamat IP yang digunakan adalah alamat publik.

Ini adalah dalam upaya mengakses informasi umum dan terbuka yang SEHARUSNYA disediakan oleh pemilik server web. Mohon digunakan seperlunya.

Yang perlu dilakukan adalah mencari alamat IP server yang menjadi host situs web yang hendak diakses. Salah satu situs yang bisa menyediakan pencarian ini adalah https://subdomainfinder.c99.nl.

Perangkat yang disediakan mampu untuk mencari nama domain utama dan subdomainnya beserta alamat IP yang menjadi host domain tersebut.

Nama domain, subdomain, dan alamat IP-nya akan ditampilkan. Bisa jadi alamat IP tersebut tidak resolved atau tidak muncul alamat IPnya karena memang sudah dihapus recordnya sehingga saat scanning tidak ditemukan, misalnya didik.blog.undip.

Untungnya, ada history yang juga bisa diakses. Misalnya: https://subdomainfinder.c99.nl/scans/2021-01-17/undip.ac.id. Situs didik.blog.undip mempunyai alamat IP 182.255.0.126.

Selanjutnya, nama domain dan alamat IPnya bisa ditambahkan di komputer kita agar dapat mengaksesnya secara persistent. Dan ini tergantung dari sistem operasinya.

Saya menggunakan OS Linux. Konfigurasi nama domain ini ada di file /etc/hosts yang bisa diedit oleh user root menggunakan perintah ‘sudo vim /etc/hosts‘ atau editor lainnya yang familiar. Tambahkan baris berikut di file tersebut.

182.255.0.126 didik.blog.undip.ac.id

Konfigurasi tersebut akan memberitahu aplikasi di komputer kita (misalnya browser web) kalau nama domain didik.blog.undip mempunyai alamat IP 182.255.0.126.

Kalau di Windows? Hampir sama. Yang perlu di-edit adalah file Hosts. Dengan kata kunci pencarian file Hosts Windows, kita akan jumpai beragam tutorial bagaimana cara mengeditnya. Ini misalnya: https://www.liquidweb.com/kb/edit-host-file-windows-10/.

Akses ke didik.blog.undip sekarang resolved. Horeee..

Saya hanya menggunakannya untuk backup semua artikel yang ada di sana dan memigrasikannya ke blog baru. Lihat https://edwidianto.wordpress.com/2021/02/06/migrasi-blog-pribadi/. Tidak semua file yang ditautkan di artikel sudah dipindahkan. Jika masih ada file tertinggal di blog.undip, Anda bisa menggunakan teknik ini untuk mengunduhnya… hehehehe.

Semoga bermanfaat.

Migrasi Blog Pribadi

Sejak hari Senin (1/2/2021) blog ofisial di domain Undip, didik.blog.undip, telah dimatikan. Beragam tulisan yang berhubungan dengan aktivitas selama di Undip tidak dapat diakses.

Namun, alhamdulillah saya masih punya alamat di blog ini yang akan menjadi penggantinya. Semua tulisan di blog lama telah dipindahkan. Dan ini, akan menjadi blog ofisial saya. Blog pribadi ding… hehehe

Beberapa hal perlu dilakukan dalam migrasi ini.

Pertama, artikel di blog lama yang menggunakan WordPress, baik berupa post maupun page, perlu di-export. WordPress mempunyai perangkat untuk melakukan ini. File yang dihasilkan adalah berupa XML yang siap untuk di-import di tempat baru.

File ini di-import di blog WordPress yang baru dari jendela wp-admin menggunakan perangkat yang sama. Satu yang cukup bermasalah adalah tautan di artikel yang masih mengarah ke didik.blog. Perubahan tautan ini tidak bisa dilakukan di file XML tersebut, misalnya walaupun telah mengubah dari didik.blog.undip menjadi edwidianto.wordpress.com, agar bisa resolved mengarah ke alamat yang baru.

Kemudian, file-file yang tersimpan di tempat lama juga perlu disalin. Nah, ini juga masih bermasalah, hahaha. Domain didik.blog sudah tidak ditelusuri dari luar, termasuk wordpress.com, sehingga transfer file ini tidak berhasil.

Masalah-masalah tersebut di atas akan diatasi dengan manual. Repot sih… hehehe. Namun, ndak masalah. Continue reading “Migrasi Blog Pribadi”

Dasar-dasar Mikroprosesor dan Mikrokontroler 8051

Beragam jenis mikroprosesor diterapkan untuk aplikasi yang membantu manusia, di antaranya mikroprosesor RISC dan CISC, DSP, dan mikrokontroler.

Bahkan, untuk mengejar kecepatan pemrosesan satu tugas aplikasi, mikroprosesor ini dipadukan dengan FPGA. Bahasan ini berfokus pada mikrokontroler keluarga MCS51 atau 8051

Bahasan:

  • Jenis mikroprosesor dan aplikasi berbasis mikroprosesor
  • Perangkat pengembangan mikroprosesor
  • Mikrokontroler 8051: fungsional / fitur, karakteristik DC, blok diagram, pin antarmuka
  •  Sinyal port
  • Bus data dan alamat
  • Diagram pewaktuan, level logika, dan operasi pembacaan dan penulisan
  • Ruang, peta memori, dan dekoder alamat
  • Peta memori bus alamat 16 bit
  • Bus address dan data termultipleks
  • IC dekoder 74138

Semoga bermanfaat. Tautan video: https://youtu.be/q1gtnZxBRUs

Pendahuluan Kuliah Teknik Mikroprosesor

Paparan ini memberikan pengantar kuliah pembelajaran Teknik Mikroprosesor di prodi Teknik Komputer, Universitas Diponegoro.

Mikroprosesor saat ini telah diterapkan untuk beragam aplikasi, dari yang dimensinya sangat kecil sampai besar, dari yang sederhana sampai kompleks, dan dari yang tunggal sampai terdistribusi.

Pengantar kuliah memaparkan tentang deskripsi kuliah, standar kompetensi, tata tertib perkuliahan, referensi, rencana acara perkuliahan, dan pendekatan perkuliahan dalam hubungannya dengan kuliah lain, yaitu Sistem Digital dan Sistem Digital Lanjut.

Bahasan:

  • Perangkat digital dan IC penyusunnya
  • Kompleksitas prosesor dan teknologi proses IC
  • Pengantar organisasi komputer
  • Pengantar arsitektur komputer
  • Mikroprosesor dan mikrokontroler
  • Arsitektur von Neumann dan Harvard
  • Blok diagram mikroprosesor
  • Antarmuka dan desain sistem berbasis mikrokontroler
  • Pemilihan CPU untuk aplikasi spesifik berdasarkan antarmukanya

Semoga bermanfaat. Tautan video: https://youtu.be/vEtPAHX_4Rg

 

Sistem Minimum MCS51 dan Rangkaian Dasar

Mikrokontroler keluarga MCS51 atau 8051 memerlukan sumber daya, reset, dan sumber detak untuk dapat beroperasi sebagai sistem minimum untuk menjalankan aplikasi yang terprogram di memorinya.

Materi berisi tentang konfigurasi MCS51 dan rangkaian sumber daya, reset, dan sumber detak (clock).

Bahasan meliputi:

  • Antarmuka AT89C dan AT89S serta deskripsinya
  • Sumber detak dan rangkaiannya untuk sistem minimum menggunakan komponen kristal dan clock eksternal
  • Diagram pewaktuan, pewaktuan sinkron, dan pewaktuan asinkron
  • Karakteristik daya 8051 dan rangkaian sumber daya untuk sistem minimum
  • Reset dan rangkaian reset untuk sistem minimum: power-on reset dan reset manual

Semoga bermanfaat. Tautan video: https://youtu.be/DHPYalSMi7Y